spot_img
Rabu, Januari 14, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATProyek Dermaga Senggigi Senilai Rp12 Miliar Tuntas lebih Cepat dari Kontrak

Proyek Dermaga Senggigi Senilai Rp12 Miliar Tuntas lebih Cepat dari Kontrak

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek strategis revitalisasi dan pembangunan Dermaga Senggigi (Dermaga Cicak) senilai Rp12 miliar yang menjadi gerbang utama konektivitas laut menuju kawasan wisata tersebut, dilaporkan telah mencapai tahap penyelesaian akhir dengan progres yang melampaui target perencanaan.

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan monitoring dan evaluasi (Monev) melihat langsung ke lokasi proyek pada Kamis (11/12/2025). Bupati didampingi jajaran teknis melihat langsung kondisi fisik bangunan yang digadang-gadang akan mempermudah akses wisatawan dari Bali menuju Lombok. Bupati Lobar menyatakan kepuasannya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini sangat krusial untuk menunjang citra pariwisata Senggigi yang sedang bangkit. Kualitas bangunan dinilai telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang diharapkan pemerintah daerah. “Alhamdulillah, siang ini saya Monev pembangunan dermaga. Pembangunan ini sudah sesuai dengan spek yang kita harapkan. Ini sudah selesai, tinggal nanti di-PHO dan diserahterimakan agar bisa segera kita fungsikan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Lobar memiliki komitmen kuat untuk menata kembali kawasan Senggigi. Pembangunan dermaga ini adalah bukti nyata keseriusan Pemda dalam menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman bagi wisatawan, khususnya mereka yang menggunakan moda transportasi laut (fast boat). “Saya berharap dengan jadinya dermaga ini akan memperlancar arus transportasi dari Bali ke Senggigi. Kami berkomitmen menata dermaga ini dengan baik. Bayangkan dulu kondisinya, kapal bersandar di pinggir pantai sembarangan, sekarang akan jauh lebih teratur,” tegasnya.

Nilai tambah dari proyek ini tidak hanya terletak pada bangunan fisik dermaga semata, melainkan juga pada dampak penataan lingkungan di sekitarnya. Area sekitar dermaga yang sebelumnya terlihat kumuh dan tidak teratur, kini telah berubah wajah menjadi ruang publik yang estetik dan nyaman. Bupati menyoroti perubahan drastis suasana di lokasi tersebut. Jika sebelumnya kawasan ini dipenuhi oleh perahu nelayan yang parkir tidak beraturan dan pedagang yang tidak tertata, kini lokasi tersebut mulai dinikmati masyarakat sebagai tempat bersantai yang menyenangkan.

“Coba lihat sekarang, kemarin tempat ini penuh dengan perahu dan jualan tidak tertata. Sekarang terlihat anak-anak bermain dan orang-orang berbahagia menikmati suasana. Saya bahkan sudah beberapa kali menerima apresiasi dari masyarakat melalui media sosial (Facebook) atas penataan Senggigi yang kini jauh lebih baik,” jelas Bupati antusias.
Ke depannya, rencana pengembangan tidak berhenti di sini. Pemda juga tengah merancang renovasi ruang tunggu penumpang untuk melengkapi fasilitas dermaga, sehingga standar pelayanan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik dapat ditingkatkan secara maksimal.

Dengan posisi kalender saat ini yang baru menginjak tanggal 11 Desember, dan sisa waktu kontrak yang masih panjang hingga akhir bulan, proyek ini dipastikan tuntas sebelum kontrak tersebut.”Sekarang masih tanggal 11, artinya untuk selesai tahun 2025 kita masih punya waktu sekitar 20 hari lagi. Namun dengan kondisi fisik yang tinggal 1,5 sampai 2 persen penyelesaian akhir (finishing), kami sangat optimis ini tuntas sempurna,” pungkas Bupati kemudian.

Berdasarkan data teknis di lapangan, kinerja kontraktor pelaksana mendapatkan sorotan positif karena mampu bekerja dengan ritme yang cepat tanpa mengorbankan kualitas. Pihak pelaksana proyek melaporkan bahwa pengerjaan struktur utama dermaga telah rampung sepenuhnya dalam minggu ini, jauh lebih cepat dari jadwal induk (master schedule) yang disepakati. Capaian ini terbilang impresif mengingat kontrak kerja secara resmi dimulai pada 4 Juli dan baru akan berakhir pada 30 Desember 2025. Namun, berkat manajemen konstruksi yang efektif, proyek ini mencatatkan deviasi positif yang signifikan.

“Dalam minggu ini, secara struktur sudah 100 persen. Bahkan jika dihitung sampai hari Minggu nanti (akhir pekan ini), progres kita mengalami deviasi positif sebesar plus 16 persen. Ini capaian yang sangat baik,” ungkap Bintang, selaku tim Pelaksana di lokasi. Lebih lanjut, pihak kontraktor menjelaskan bahwa pekerjaan berat telah selesai. Saat ini, fokus pengerjaan hanya tinggal menyisakan tahap finishing berupa pemasangan railing (pagar pengaman) dan penyelesaian tangga dermaga.

Dengan kecepatan ini, target serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) diyakini dapat dilakukan jauh sebelum tenggat waktu kontrak. “Kontrak kami memang sampai 30 Desember, tapi kami menargetkan tanggal 17 (Desember) ini sudah bisa PHO. Jadi, penyelesaiannya lebih cepat dari kontrak,” tambah Bintang dengan optimis. (her)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO