Praya (suarantb.com) – Menyusul rencana pemberian pelatihan kerja bagi tenaga honorer non database lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang tidak diperpanjang masa kerjanya mulai tahun 2026 mendatang, Balai Latihan Kerja (BLK) Loteng saat ini tengah melakukan identifikasi jenis pelatihan yang akan diberikan nantinya. Identifikasi dilakukan untuk memastikan jenis pelatihan yang diberikan itu memang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan para tenaga honorer non database tersebut.
‘’Harapannya, pelatihan itu nantinya benar-benar dirasakan dan bisa memberikan manfaat bagi para tenaga honorer non database,’’ ungkap Kepala BLK Loteng Dedet Zelthauzallam, S.IP., M.M., saat dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (18/12/2025).
BLK Loteng, sebutnya, sudah mendapat intruksi dari pimpinan daerah untuk mempersiapkan semua fasilitas pendukung, demi lancarnya pelatihan kerja bagi tenaga honorer non database Loteng tersebut. Pihaknya pun memastikan semua sudah siap dan siap menyambut peserta pelatihan.
“Tinggal kita melakukan indentifikasi jenis pelatihan yang dibutuhkan oleh tenaga honorer non database saja,” ujarnya.
Rencananya, BLK Loteng nantinya akan menyebarkan kuesioner kepada para tenaga honorer non database terkait jenis pelatihan yang mereka inginkan. Supaya tidak terkesan hanya sekedar beri pelatihan saja. Tetapi memang didasarkan pada kebutuhan dan keinginan para tenaga honorer no database itu sendiri. Dalam hal ini BLP Loteng akan berkerjasama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Loteng.
Saat ini BLK Loteng sudah punya beberapa jenis pelatihan yang bisa diakses oleh para tenaga honorer non datanase tersebut. Seperti barista, desain grafis hingga manajemen office. ‘’Tapi siapa tahu yang dinginkan para tenaga honorer non database itu nantinya berbeda dari program yang sudah ada. Sehingga penting kita melakukan identifikasi jenis pelatihan yang dibutuhkan sejak awal. Dan, yang jelas BLK Loteng siap menjalankan amanah memberikan pelatihan kerja bagi para tenaga honorer non database Loteng semaksimal mungkin,” imbuh Ketua PORSEROSI (Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia) Loteng ini.
Disinggung kuota pelatihan kerja yang disiapkan, Dedet menambahkan, sejauh ini sudah mengalokasikan untuk sekitar 600 sampai 700 orang. Dengan prioritas tenaga honorer non dabatase lingkup Pemkab Loteng. Jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai kebutuhan. Artinya, jika tidak selesai hanya dalam satu angkatan, pelatihannya nanti bisa dilakukan secara bertahap.
Adapun untuk pelaksanaan pelatihan kerja bagi tenaga honorer non database tersebut, masih menunggu petunjuk pemerintah daerah. Termasuk kesiapan anggaran. “Tapi kita upayakan bulan Februari 2026 mendatang, pelatihan kerja bagi tenaga honorer non database tersebut bisa dimulai,” tandasnya. (kir)



