Rabu, Maret 11, 2026

BerandaHEADLINEProyek Pembangunan Gedung Komisi DPRD Lobar Rampung

Proyek Pembangunan Gedung Komisi DPRD Lobar Rampung

Giri Menang (Suara NTB)  –

Proyek pembangunan infrastruktur penting di lingkungan DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang  telah dikerjakan dalam beberapa bulan terakhir, dipastikan tuntas tepat waktu pada penghujung tahun 2025 ini. Meskipun sempat menghadapi dinamika teknis di awal pengerjaan, pihak pelaksana memastikan proyek dapat digunakan untuk menunjang kinerja legislatif di tahun mendatang.

Hingga memasuki tanggal 30 Desember 2025, progres fisik pembangunan gedung tersebut dilaporkan telah tuntas. Pihak kontraktor kini tengah fokus melakukan penyempurnaan pada pekerjaan kecil untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga sebelum proses serah terima dilakukan.

Wakil Direktur CV Tri Harapan, H. Sujirman, mengungkapkan bahwa saat ini tim di lapangan sedang bekerja ekstra untuk menyelesaikan sisa pekerjaan yang tinggal sedikit lagi.

“Sampai tanggal 30 Desember ini, kita sudah mencapai 98 persen. Ini alhamdulillah kita bisa mengejar. Sisanya yang 2 persen itu tinggal finishing-finishing saja, kemungkinan dalam dua hari ini sudah finish 100 persen. Ini bukti Kerja Nyata,” ujar H. Sujirman saat memberikan keterangan di lokasi proyek, Rabu (30/12/2025).

Pengerjaan proyek ini bukannya tanpa hambatan. Di masa awal pengerjaan, pihak pelaksana sempat mengalami keterlambatan operasional akibat kendala administratif yang memakan waktu cukup lama.

Hal ini sempat menimbulkan kekhawatiran terkait ketepatan waktu penyelesaian sesuai masa kontrak yang telah disepakati.

H. Sujirman menjelaskan bahwa penundaan di awal tersebut mencapai dua pekan lebih setelah penandatanganan kontrak dilakukan. “Kita sempat molor waktu sekitar 15 hari dari tanda tangan kontrak karena urusan administrasi. Jadi kita baru benar-benar bisa mulai pengerjaan fisik itu setelah administrasi sesuai untuk kita diberikan izin start kerja,” ungkapnya.

Selain masalah birokrasi, faktor cuaca yang tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja di lapangan. Namun, pihak pelaksana menerapkan strategi khusus agar jadwal tidak semakin terganggu. Jika cuaca menghambat pengerjaan di siang hari, maka dilakukan penambahan tenaga kerja untuk memaksimalkan jam kerja yang ada. “Cuaca tidak boleh menjadi alasan utama keterlambatan asalkan manajemen tenaga kerja dikelola dengan baik,” tegasnya.

Menariknya, proyek ini diselesaikan dalam kurun waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan standar pengerjaan gedung serupa pada umumnya. Berdasarkan kontrak, pelaksana hanya diberikan waktu selama 110 hari kalender untuk merampungkan seluruh bangunan dari nol hingga siap pakai. Sujirman mengakui bahwa durasi tersebut cukup menantang mengingat beban kerja yang ada.

“Normalnya pekerjaan seperti ini paling tidak memakan waktu 150 hari atau sekitar 5 sampai 6 bulan. Tapi dengan kondisi yang ada setelah tender, kita hanya dapat waktu 110 hari. Tapi syukur kita bisa buktikan bahwa target itu bisa tercapai tepat waktu,” tegasnya.

Dengan selesainya tahap pembangunan, langkah selanjutnya adalah proses administrasi penyerahan hasil pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO). Proses ini dijadwalkan akan dilakukan segera setelah seluruh pekerjaan dipastikan rampung secara total. “Rencana PHO kita lakukan besok pagi,”ujarnya.

Melalui PHO ini, tim teknis dari dinas terkait akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil akhir bangunan. Jika semua dinyatakan sesuai dengan kontrak dan standar teknis, maka gedung Komisi DPRD Lobar tersebut secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dapat difungsikan. Optimisme serupa juga disampaikan oleh Asrul Supriadi selalu pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, seluruh komponen utama bangunan sudah berdiri kokoh dan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan. “Per tanggal 31 Desember nanti kita sudah bisa cover dengan 100 persen. Untuk progres per hari ini memang tinggal tahap akhir saja,” ungkapnya.

Pihak Dinas PUPR Lobar itu juga memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan kontraktor dalam penyediaan material dan manajemen pekerja. Asrul Supriadi menekankan bahwa meskipun waktu pengerjaan sangat ketat, kualitas material tetap menjadi prioritas utama pengawasan.

“Dari segi material, semua bisa disuplai dengan lancar dan disiplin oleh pihak pelaksana. Tidak ada kendala berarti yang mengganggu jalannya pengerjaan fisik secara keseluruhan,” kata Asrul.

Rampungnya gedung ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan ruang kerja yang lebih representatif bagi anggota legislatif di Lobar, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES
IKLAN





VIDEO