Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di sejumlah wilayah di Sumatra. Bantuan tersebut dihimpun melalui penggalangan donasi dari aparatur sipil negara (ASN), organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan dengan total mencapai Rp648.327.100.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, mengatakan donasi berasal dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Mataram, serta Tim Penggerak PKK Kota Mataram.
“Dari ASN terkumpul sebesar Rp205.895.000. Dana tersebut telah kami serahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB saat peringatan HUT NTB kemarin,” ujarnya, Selasa, 30 Desember.
Selain ASN, PGRI Kota Mataram juga menggalang solidaritas dari para guru dan tenaga pendidik. Dari kegiatan tersebut, PGRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp336.432.100
Sementara itu, kepedulian serupa ditunjukkan oleh Tim Penggerak PKK Kota Mataram. Melalui penggalangan dana yang melibatkan seluruh kader, organisasi tersebut berhasil mengumpulkan bantuan sebesar Rp106 juta.
Dengan demikian, total bantuan yang terkumpul dari ketiga unsur tersebut mencapai Rp648.327.100.
Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa seluruh dana terkumpul secara sukarela. Para kader PKK di seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Mataram bergerak dengan penuh keikhlasan. Dukungan juga datang dari majelis taklim binaan PKK di tingkat kelurahan.
“Alhamdulillah, kami dapat ikut ambil bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatra lainnya. Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian kemanusiaan,” ujarnya.
Kikin sapaan akrabnya menambahkan, penggalangan dana tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan Tim Penggerak PKK Pusat untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana alam.
Seluruh bantuan dari TP PKK Kota Mataram diserahkan kepada Pemerintah Kota Mataram dalam bentuk uang tunai. Selanjutnya, Pemkot menyalurkan bantuan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku dengan berkoordinasi langsung dengan wilayah terdampak.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial,” pungkasnya. (pan)


