spot_img
Sabtu, Januari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBPentas Evaluasi SakSak, Merekap Kegagalan untuk Kemajuan Kesenian

Pentas Evaluasi SakSak, Merekap Kegagalan untuk Kemajuan Kesenian

 

Mataram (Suara NTB) – Gemuruh tepuk tangan penonton bersahutan ketika sekelompok penari mempersembahkan penampilan terbaiknya di gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, NTB, Selasa (30/12). Kelompok penari itu merupakan bagian dari Sanggar Tari SakSak Dance Production yang mempertunjukkan beragam tarian dalam rangka pentas evaluasi.

Ratusan masyarakat dari berbagai usia memadati gedung teater tertutup malam itu. Meski berasal dari beragam asal, usia, dan profesi. Mereka hadir untuk satu hal yakni, menyaksikan belasan penampilan tarian.
Acara itu terselenggara dalam rangka pentas evaluasi sekaligus pemberian penghargaan terhadap penari berprestasi.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi satu tahun geliat dan progres Sanggar SakSak Dance Production.

“Eksistensi Saksak Dance sampai hari ini dengan segala–yang dikatakan oleh SakSak Dance–sebagai keberhasilan. Itu kami mengklaim keberhasilan, tapi kalau bapak ibu mengklaim itu bukan keberhasilan, silakan kami tunggu komentarnya,” ujar L. Agus Fathurrahman, salah satu pendiri Saksak Dance dalam sambutannya, Selasa (30/12).

Sejak berdiri pada 2001, Sanggar SakSak Dance Production terus berkembang dari sanggar kecil yang berorientasi di sekolah-sekolah hingga menjadi institusi kesenian yang besar seperti saat ini.

Lalu Agus menjelaskan, SakSak Dance memiliki cara berbeda dalam upaya merayakan keberhasilannya. Alih-alih merekap capaian-capaian yang diraih, Sanggar ini justru merangkum kegagalan sebelumnya.

“Kegagalan inilah yang membuat Saksak Dance menjadi maju,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Surya Mulawarman, menyampaikan komitmennya untuk memberi kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku kesenian dan kebudayaan untuk berekspresi di Taman Budaya.

Ia menyebut, banyak talenta-talenta muda NTB yang aktif berproses dalam bidang kesenian dan kebudayaan sudah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

“Harapannya pentas evaluasi ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas. Bukan cuma kualitas tapi juga standar kepenarian yang ada di Lombok khususnya dan di NTB,” ujar Lalu Surya yang juga salah satu pendiri Saksak Dance Production.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan, Dikbud NTB, Abdurrahim menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pentas ini. Ia juga tak lupa mengucapkan rasa bangganya kepada talenta-talenta muda NTB yang mau berproses dan berekspresi melalui kesenian.

Pentas berlangsung meriah. Belasan tarian yang berpadu dengan unsur kebudayaan Sasak dipersembahkan. Gerak tubuh yang lincah menyatu dengan prosesi kebudayaan khas Sasak.

Pentas evaluasi ini menjadi bukti bahwa geliat kesenian dan kebudayaan di NTB tidak berjalan di tempat. Akan tetapi, terus mencari bentuk terbaiknya melalui refleksi dan evaluasi yang konsisten dan menyeluruh. (sib)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO