Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram hingga kini belum memiliki balai latihan kerja. Pembangunan pusat pelatihan dan keterampilan terkendala ketersediaan lahan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Miftahurrahman dikonfirmasi pada, Senin (5/1/2026) menerangkan, pembangunan balai latihan kerja membutuhkan lahan cukup luas. Selain itu, persyaratan umum dan persyaratan khususnya perlu dipenuhi. Sementara, ketersediaan lahan milik pemerintah sangat terbatas. “Ini juga berkaitan dengan ketersediaan lahan untuk membangun,” terangnya.
Selama ini kata Miftah, pelatihan peningkatan keterampilan diarahkan ke BLK milik Provinsi NTB. Calon pencari kerja juga bisa kursus di lembaga vokasi yang dikembangkan oleh perusahaan swasta. “Banyak juga kan tempat pelatihan yang dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram menambahkan, organisasi perangkat daerah juga menggelar pelatihan sekaligus membagikan bantuan peralatan ke peserta latihan. Tujuannya tidak saja dari aspek meningkatkan keterampilan, melainkan mempermudah calon pekerja untuk membuka peluang usaha. “OPD di Kota Mataram juga kan banyak yang menggelar pelatihan bahkan memberikan membagikan bantuan peralatan,” ujarnya.
Menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram ini, pelatihan di BLK milik Pemprov NTB dinilai memenuhi persyaratan dan layak untuk meningkatkan keterampilan. Pelatihan pertukangan dan pengelasan dilaksanakan di BLK, sehingga membantu dalam penyiapan calon tenaga kerja terampil. “Kita sifatnya koordinasi dengan provinsi kalau ada program pelatihan,” jelasnya.
Pembangunan BLK di Kota Mataram perlu dikaji kembali, karena persyaratan umum dan persyaratan khusus perlu dipertimbangkan, agar program tersebut tidak mubajir. “Iya, perlu kita pertimbangkan dan kaji dulu,” demikian kata dia. (cem)


