spot_img
Jumat, Februari 20, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPuluhan Pengemis di Mataram Ditertibkan

Puluhan Pengemis di Mataram Ditertibkan

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menertibkan pengemis atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kota Mataram. Penertiban dilakukan pada Jumat (9/1/2026) dan merupakan bagian dari kegiatan rutin yang telah berjalan sejak Desember 2025. Dalam kurun waktu tersebut, puluhan pengemis telah ditertibkan.

Penertiban PPKS dilaksanakan secara rutin setiap pekan, khususnya pada hari Jumat. Dalam satu kali operasi, Dinsos menurunkan sekitar 20 personel yang disebar ke sejumlah titik yang terindikasi menjadi lokasi aktivitas anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng). Titik-titik tersebut antara lain Simpang Airlangga, Gomong, Simpang Empat depan Kampus AMM Jalan Airlangga, Simpang Empat BI, Simpang Empat Tanah Aji, serta kawasan fasilitas umum dan pusat bisnis.

Salah seorang Satgas Pekerja Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Muhammad Aulia Husnurrido, mengatakan penertiban ini merupakan program rutin Dinsos untuk menjaga ketertiban dan memberikan pembinaan sosial kepada PPKS.

“Hari ini merupakan kegiatan pertama di tahun 2026. Sekitar lima orang kami tertibkan, di antaranya lansia yang membawa anak di kawasan Jalan Panjitilar,” ujarnya.

Menurut Rido, sapaan akrabnya, hari Jumat dipilih karena biasanya jumlah dermawan meningkat. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan pengemis untuk meminta-minta di jalan dengan berbagai modus, seperti menjual tisu atau memulung botol plastik.

Ia mengungkapkan, sebagian besar PPKS yang terjaring berasal dari luar Kota Mataram, terutama dari wilayah Lombok Barat. Sementara warga Kota Mataram yang terlibat jumlahnya relatif sedikit dan sebagian sudah mendapatkan pembinaan agar tidak kembali melakukan aktivitas tersebut.

“Ada yang mengomandoi. Sebagian berasal dari Lombok Barat. Bahkan pernah kami bawa ke Polres Mataram bagian PPA, tetapi masih mengulangi perbuatannya,” ungkapnya.

Rido menambahkan, intensitas penertiban paling tinggi terjadi pada bulan Ramadan. Pasalnya, pengemis kerap memanfaatkan momen sore hari menjelang berbuka puasa karena tingginya aktivitas berbagi dari masyarakat.

Terkait pengemis yang merupakan warga Kota Mataram dan tercatat sebagai penerima bantuan sosial, Dinsos melakukan pendekatan persuasif berupa imbauan. Namun, apabila yang bersangkutan kembali ditemukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan lurah sesuai alamat pada KTP.

“Kalau orang yang sama masih kita temukan, kami koordinasikan dengan kelurahan dan mencari akar permasalahannya langsung,” tegasnya.

Selain itu, petugas kerap menghadapi kendala saat penertiban karena sebagian PPKS memberikan keterangan domisili yang tidak sesuai. Meski demikian, Dinsos tetap berupaya menelusuri identitas yang valid melalui koordinasi dengan seluruh kelurahan di Kota Mataram. (pan)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO