spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaADVERTORIALUnizar Gelar KKN-PPM Ke-42, Menyatukan Edukasi Kebencanaan dan Pengembangan Desa Wisata

Unizar Gelar KKN-PPM Ke-42, Menyatukan Edukasi Kebencanaan dan Pengembangan Desa Wisata

Mataram (suarantb.com) – Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) melaksanakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ke-42 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 bertempat di Aula Abdurrahim Unizar, pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita hingga selesai ini mengusung tema “Mitigasi Bencana sebagai Identitas Ekowisata: Membangun Desa Wisata yang Aman, Hijau, dan Edukatif.”

Pembekalan KKN-PPM ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat. Melalui tema tersebut, Unizar menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada pariwisata, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan edukasi kebencanaan.

Kegiatan pembekalan menghadirkan lima narasumber dari berbagai latar belakang keahlian. Narasumber pertama, Perencana Ahli Muda BPBD Kabupaten Lombok Barat, Mohammad Munir, S.Pd., menyampaikan materi tentang “Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.”

Narasumber kedua, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat, Ni Luh Ayu Budiyanti, S.IP., MM., membawakan materi “Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Barat melalui Promosi Berkelanjutan.”

Selanjutnya, Kepala Bidang Perindustrian dan UKM Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, B. Helmi Fitriana, memaparkan materi “Peran UMKM dalam Pengembangan Pariwisata Berdaya Saing dan Strategi Pemasaran UMKM Daerah Wisata.”

Narasumber keempat, Khairul Aswadi, SH., MH., dari Bagian Penegakan Kode Etik Dewan Etik Universitas Islam Al-Azhar, menyampaikan materi “Etika Mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Azhar.” Sementara narasumber kelima, Dr. Alvin Juniawan, M.Si, Kepala Bagian Publikasi dan HKI LPPM Unizar, mengulas “Penyusunan Laporan, Luaran Wajib, dan Luaran Tambahan KKN Unizar.” Kegiatan ini dipandu oleh moderator Irma Istihara Zain, SH., MH.

Pembekalan KKN-PPM Ke-42 ini turut dihadiri oleh Ketua Senat Akademik Unizar Dr. Drs. H. Sahar, SH., MM, Rektor Unizar Dr. Ir. Muh. Ansyar, MP, Kepala LPPM Unizar dr. Halia Wanadiatri, M.Si, Dekan Fakultas Teknik Ir. H. Lutfi, ST., MT, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Muhamad Sayuti, SE., MM, Dekan Fakultas Hukum Dr. Ainuddin, SH., MH, serta para pejabat dan civitas akademika lainnya.

Dalam laporan Ketua Panitia sekaligus Kepala LPPM Unizar, dr. Halia Wanadiatri, M.Si., disampaikan bahwa KKN-PPM Ke-42 akan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dasan Griya dan Desa Persiapan Punikan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 40 mahasiswa, yang terdiri dari 26 mahasiswa Fakultas Teknik, 7 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta 7 mahasiswa Fakultas Hukum.

Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama ini mahasiswa telah menjalankan dharma pertama, yaitu pendidikan dan pembelajaran, serta dharma ketiga melalui penelitian berupa skripsi atau karya tulis ilmiah.

“KKN-PPM yang diikuti saat ini merupakan wujud pelaksanaan dharma kedua, yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Jadikan KKN-PPM ini sebagai ajang untuk menuangkan ide, kreativitas, dan tenaga dalam membangun desa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unizar Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema KKN-PPM Ke-42 sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan daerah pariwisata yang juga rawan bencana, sehingga diperlukan pemikiran dan langkah yang matang dalam mengelola kehidupan bermasyarakat.

Rektor Unizar Muh. Ansyar saat menyampaikan sambutan KKN-PPM Ke-42. (suarantb.comn/ist)

Ia berharap materi yang disampaikan para narasumber dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan KKN.

“Apa pun yang terjadi, jangan sampai kita saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada dan membangun kehidupan bermasyarakat dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah,” ungkapnya.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater dan menjaga kekompakan selama berada di lokasi KKN. Ia menegaskan bahwa setelah menyelesaikan KKN, mahasiswa akan melanjutkan dharma ketiga, yaitu penelitian melalui penyusunan skripsi atau karya tulis ilmiah. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rektor Unizar secara resmi membuka kegiatan KKN-PPM Ke-42.

Dalam sesi materi, Ni Luh Ayu Budiyanti memaparkan peran strategis desa wisata bagi masyarakat, antara lain memberikan nilai tambah terhadap mata pencaharian, membuka lapangan kerja baru, menjadi sumber pendapatan keluarga, serta memperluas jejaring sosial masyarakat melalui interaksi dengan wisatawan. Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata di Kabupaten Lombok Barat telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 188.45/226/Dispar/2022 tentang Desa Wisata, serta terus didorong melalui promosi dan penguatan kapasitas desa.

Sementara itu, Mohammad Munir menekankan pentingnya manajemen bencana yang komprehensif, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Ia juga memperkenalkan program unggulan BPBD Lombok Barat seperti Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan Keluarga Siaga Bencana (K-SIAGA) sebagai upaya membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Foto bersama seusai pembukaan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Ke-42 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026, di Aula Abdurrahim Unizar, Sabtu (10/1/2026). (suarantb.com/ist)

B. Helmi Fitriana menguraikan peluang dan tantangan UMKM di daerah wisata. Menurutnya, pertumbuhan pariwisata dan meningkatnya minat wisatawan terhadap produk lokal membuka peluang besar bagi UMKM untuk berkembang, meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan modal, SDM, literasi digital, dan fluktuasi jumlah wisatawan.

Adapun Khairul Aswadi menegaskan pentingnya etika bagi mahasiswa KKN. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa KKN merupakan representasi institusi, sehingga setiap sikap dan tindakan yang ditunjukkan di masyarakat mencerminkan Universitas Islam Al-Azhar. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut menjunjung tinggi nilai moral, norma agama, serta adat istiadat setempat.

Melalui pembekalan ini, Universitas Islam Al-Azhar yang kini memiliki tujuh fakultas dan dua belas program studi terus memperkuat perannya dalam pengembangan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menyiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi nyata dalam membangun desa yang aman, berdaya saing, dan berkelanjutan. (ron/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO