spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMSosialisasi Pilah Sampah dan “Tempah Dedoro”

Sosialisasi Pilah Sampah dan “Tempah Dedoro”

PEMERINTAH Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, secara masif melakukan imbauan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah sesuai instruksi Wali Kota Mataram. Sosialisasi ini dilakukan bersama para kepala lingkungan, ketua RT, kader, serta tokoh masyarakat dengan fokus pada pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga dan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Lurah Turida, Musadi Azani, mengatakan selain menyasar warga, pihaknya juga memberikan imbauan kepada pelaku usaha ritel modern, toko kelontong, hingga pedagang kaki lima (PKL) agar membatasi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Langkah ini dilakukan untuk menekan volume sampah di Kota Mataram.

“Kami turun langsung ke gerai-gerai, pertokoan, dan UMKM. Di sana sudah mulai disediakan dua wadah sampah, yaitu untuk sampah organik dan anorganik,” ujarnya, Selasa (13/1).

Azani menjelaskan, selain menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah, Kelurahan Turida juga mulai melaksanakan program Tempah Dedoro Organik. Program ini diawali dengan penerapan di Kantor Lurah Turida sebagai lokasi percontohan bagi masyarakat.

Menurutnya, kedua program tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Mataram dalam menyikapi kondisi darurat sampah, terutama setelah adanya kebijakan pengurangan kuota pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok, Lombok Barat.

“Pilah sampah dan Tempah Dedoro ini saling berkaitan. Dengan adanya lubang Tempah Dedoro, sampah organik bisa dikurangi dan diolah menjadi pupuk kompos,” jelasnya.

Ia menambahkan, lubang Tempah Dedoro dibuat menggunakan sistem gumbleng dengan kedalaman sekitar tiga meter sebagai tempat penampungan sampah organik. Lubang tersebut telah dibangun di Kantor Lurah Turida sebagai contoh penerapan bagi warga di lingkungan sekitar.

Sementara itu, untuk pemilahan sampah rumah tangga, warga diarahkan menggunakan dua wadah, yakni kantong plastik warna putih untuk sampah organik dan kantong plastik warna hitam untuk sampah anorganik. Terkait penyediaan wadah tersebut, Azani mengakui saat ini masih disiapkan secara mandiri oleh masyarakat, sembari pemerintah mengupayakan alokasi anggaran ke depannya.

Ia mengakui, program ini masih tergolong baru bagi masyarakat perkotaan. Namun demikian, pihaknya berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan konsisten dalam mendukung pengelolaan sampah demi menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan Kota Mataram.

“Intinya, pengelolaan sampah ini harus kita lakukan bersama-sama. Kami juga mohon pengertian dan komitmen masyarakat agar bisa konsisten,” pungkasnya. (pan)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO