spot_img
Selasa, Februari 3, 2026
spot_img
BerandaBUDAYA DAN HIBURANBUKUBuku "Memasuki Ladang", Ikhtiar Mengarsipkan Penyair Perempuan NTB

Buku “Memasuki Ladang”, Ikhtiar Mengarsipkan Penyair Perempuan NTB

Mataram (suarantb.com) – Komunitas Akarpohon Mataram merayakan buku “Memasuki Ladang” himpunan puisi karya penyair perempuan NTB di Rubic, Kota Mataram, Sabtu (31/1/2026).

Setelah sukses menerbitkan buku himpunan puisi perempuan NTB pertama kali pada 2015 yang berjudul “Taman Pitanggang”, Akarpohon Mataram kembali menerbitkan buku serupa pada 2026 dengan judul “Memasuki Ladang”.

Hadir sebagai pembedah buku, Pamela Paganini, dan Tsoraya Adiba sebagai moderator. Hadir pula, para penyair yang juga sebagai pembicara di antaranya, Annisa Hidayat, Bulan Nurguna, Iin Farliani, Yana Suryantarini, Ilda Karwayu, dan Irma Agryanti.

Penyair yang juga penyunting buku “Memasuki Ladang”, Ilda Karwayu, mengatakan, perayaan sekaligus penerbitan buku ini merupakan upaya Akarpohon untuk mengarsipkan karya-karya penyair perempuan di NTB.

Ia menjelaskan, semangat pengarsipan itu dimulai pada 2015 di mana buku himpunan puisi perempuan di NTB digarap pertama kali. Akarpohon menyadari, potensi kepenyairan perempuan di NTB sebetulnya cukup besar.

Hanya saja, media sebagai salah satu wadah pengarsipan belum banyak ditemui, sehingga upaya tersebut kemudian diinisiasi Akarpohon Mataram sendiri.

“Nah, semangat pengarsipan itu diteruskanlah ke tahun 2025,” ujar Ilda.

Selain sebagai ikhtiar pengarsipan, penerbitan ini juga sebagai satu upaya Akarpohon Mataram melihat perkembangan kepenyairan perempuan di NTB. Melalui penghimpunan per 10 tahun sekali, Akarpohon dapat melihat jejak serta progres karya kepenyairan mereka.

“Kenapa harus per sepuluh tahun? Pengalaman para penyair itu progresnya kelihatan signifikan bedanya itu per sepuluh tahun,” jelasnya.

Kendati secara konsep perayaan terbilang sama dengan kegiatan sepuluh tahun lalu, pada perayaan kali ini, terdapat perbedaan pada sejumlah aspek.

Pertama terkait lokasi perayaan. Pada perayaan kali ini, Akarpohon Mataram bekerja sama dengan Rubic dan dengan demikian perayaan berlangsung di tempat tersebut.

Kedua mengenai teknis penyelenggaraan. Ilda menjelaskan, pada perayaan buku “Memasuki Ladang”, kerja manajerial tidak terpusat pada satu orang, melainkan secara kolektif.

Selain teknis penyelenggaraan, jumlah penyair yang terlibat juga menjadi warna baru pada perayaan buku”Memasuki Ladang” ini.

Ilda menyebut, jika pada buku “Taman Pitanggang” jumlah penyair yang terlibat sebanyak 10 orang, maka pada buku “Memasuki Ladang” terdapat 13 penyair yang ikut serta.

Para penyair itu antara lain; Julia F. Gerhani Arungan, Ilda Karwayu, Irma Agryanti, Bulan Nurguna, Iin Farliani, Nurrahmi Puteri, Baiq Dewi Zakia Wardini, Yana Suryantarini, Laelatul Eli Erma, Annisa Hidayat, Eny Sukreni, Ruhma Ruksalana H., dan Lailatul Kiptiyah.

Dari 13 penyair yang terlibat di buku “Memasuki Ladang”, terdapat sembilan penyair yang sebelumnya juga ikut pada buku “Taman Pitanggang”. Sementara empat sisanya merupakan penyair yang baru pada proyek ini, di mana dua di antaranya lulusan kelas Akarpohon dan dua lagi adalah penyair lepas.

Ilda menuturkan, untuk tema sendiri, Akarpohon tidak menargetkan ada tema umum pada buku himpunan puisi “Memasuki Ladang” ini. Hanya, saja jika ditelisik lebih jauh, ada benang merah yang menghubungkan yaitu “aku lirik dengan fenomena”

“Semuanya itu berangkat dari kesan personal ‘aku lirik’ terhadap fenomena, entah itu fenomena dirinya atau fenomena di luar dirinya,” tutur Ilda.

Kegiatan serupa akan dilaksanakan kembali dengan format yang sama yakni menghimpun karya penyair perempuan di NTB per sepuluh tahun.

Dengan format tersebut, Ilda berharap akan ada regenerasi baru yang menjadi sosok membanggakan bagi dunia kepenyairan di NTB.

“Harapannya ada regenerasi penyair baru pada 2036 yang akan menyunting dan banyak teman-teman penyair baru yang nantinya ikut dalam antologi itu,” tandasnya.

Selain di perayaan perdana ini, perayaan serupa akan dilaksanakan dalam waktu dekat di sejumlah tempat. Di antaranya di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Tengah. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN


VIDEO