Praya (suarantb.com) – Polres Lombok Tengah (Loteng) akan menggelar operasi tertib berlalu lintas skala besar hingga 14 hari ke depan. Operasi ini sebagai upaya mendorong dan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas masyarakat di daerah ini. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 902 personel dilibatkan dalam Operasi Keselamatan Rinjani 2026 tersebut.
“Dari Polres Loteng ada 792 personel jajaran yang diterjunkan. Dibantu 110 personel Polda NTB dan 74 personel gabungan dari TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng,” ungkap Wakapolres Kompol I Putu Kardhianto, S.H., M.H., usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Loteng, Senin (2/2/2026).
Banyak personel yang dilibatkan dimaksuskan agar operasi bisa berjalan optimal, sehingga hasilnya pun bisa maksimal dan tentunya sasaran. Guna mewujudkan ketertiban berlalu lintas di jalan raya.
Operasi sendiri akan digelar di semua wilayah hukum Polres Loteng. Sasarannya, semua bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menimbulkan kemacetan, pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Baik itu sepeda motor hingga kendaraan roda empat atau lebih.
Seperti pengendara yang tidak menggunakan helm standar, kendaraan yang melebihi kapasitas atau Over Dimensi Over Load (ODOL) dan pengemudi di bawah umur. Termasuk berboncengan lebih dari satu orang, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan handphone saat berkendara dan melebihi batas kecepatan serta melawan arus lalu lintas
“Operasi ini tidak semata-mata bertujuan melakukan penindakan hukum saja. Tetapi juga tetap mengedepankan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Supaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” imbuhnya.
Kalau masyarakat sudah tertib berlalu lintas maka bisa menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas serta meminimalisir potensi terjadinya kemacetan. Khususnya menjelang bulan puasa dan Idulfitri 1447 H. Sehingga pada akhirnya nantinya masyarakat dapat beraktivitas dan melaksanakan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar. (kir)



