Praya (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sejauh ini masih aman dari penyebaran virus Nipah. Namun demikian upaya pencegahan dan antisipasi tetap dilakukan pemerintah daerah setempat. Dengan berfokus pada penguatan pengawasan di pintu masuk daerah, terutama bandara.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng Dr. H. Suardi, S.K.M., M.Kes., saat dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, Selasa (10/2). Ia mengatakan sampai saat ini belum ada temuan kasus virus Nipah di Loteng. Pihaknya berharap seterusnya tidak ada kasus virus yang ditemukan. Loteng sejauh ini masih aman dari penyebaran virus tersebut.
Namun, bukan berarti masyarakat lengah. Tetap harus waspada dengan potensi penyebaran virus Nipah. Mengingat posisi Loteng sebagai salah satu pintu masuk ke NTB dengan adanya bandara, bisa meningkatkan potensi penyebaran virus tersebut. “Tetap harus waspada. Walaupun sejauh ini belum ada temuan kasus virus Nipah di daerah ini,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi yang lain, pihaknya juga sudah menginstruksikan petugas kesehatan di puskesmas-puskesmas yang ada di Loteng agar mulai mengenalkan virus Nipah ke masyarakat terkait bahaya dan pola penyebarannya. Dengan begitu, masyarakat bisa teredukasi secara baik dan bisa melakukan upaya pencegahan diri secara mandiri.
“Masyarakat sekarang sudah mulai diperkenalkan terkait virus Nipah. Ini juga bagian dari upaya pencegahan di tengah masyarakat,” imbuh Suardi.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura (AP) Indonesia kantor cabang Bandara Lombok yang mengelola Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sudah mulai meningkatkan pengawasan terhadap penumpang datang sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuknya Virus Nipah melalui transportasi udara. Baik dari penerbangan internasional maupun domestik. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan kasus penularan Virus Nipah di sejumlah negara.
Peningkatan pengawasan dilaksanakan secara intensif melalui koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BIZAM telah mengoperasikan dua unit thermal scanner yang dipasang masing-masing di area kedatangan domestik dan kedatangan internasional, guna memantau suhu tubuh seluruh penumpang yang baru tiba di bandara.
Khusus bagi penumpang internasional, setibanya di BIZAM juga diwajibkan untuk mengisi All Indonesia–SATUSEHAT Health Pass. Aplikasi ini digunakan untuk memperoleh informasi kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi risiko penularan penyakit.
General Manager PT Angkasa Pura (AP) Indonesia kantor cabang Bandara Lombok Aidhil Philip Julian, mengatakan sejak pandemi Covid-19, pengawasan terhadap penumpang pesawat udara di BIZAM telah diterapkan secara ketat dan berlapis. Dengan adanya laporan penyebaran Virus Nipah, langkah pengawasan tersebut semakin diperkuat sebagai bentuk kewaspadaan dini.
“Penguatan pengawasan ini merupakan langkah preventif agar potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak dini, mengingat BIZAM merupakan pintu gerbang utama masuknya pelaku perjalanan ke NTB melalui jalur udara,” jelasnya. (kir)



