Praya (suarantb.com) – Gelaran Grand Prix Indonesia (GP) di Pertamina Mandalika International Circuit memang baru akan berlangsung pada bulan Oktober 2026 mendatang. Namun persiapan sudah mulai dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku tuan rumah. Hal ini untuk memastikan penyelenggaraan GP Indonesia tahun ini bisa berlangsung lebih baik lagi.
Sebagai persiapan MGPA sendiri telah mengirim tim untuk menggelar pertemuan dengan Team Safety Officer Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) yang dipimpin Mr. Bartolome Alfonso. Termasuk dengan pihak International Road-Racing Teams Association (IRTA) dan MotoGP Sport & Entertainment Group. Sekaligus mempelajari secara langsung penyelenggaraan GP Thailand.
Pertemuan berlangsung di sela-sela gelaran GP Thailand yang merupakan seri pembuka untuk balapan MotoGP musim 2026 ini, Minggu (1/3/2026). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Terutama soal kebutuhan teknis dan operasional Sirkuit Internasional Mandalika jelang homologasi FIM. Sebagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa menggelar balapan MotoGP.
“Kehadiran tim MGPA ke Chang International Circuit, Buriram, Thailand untuk melakukan koordinasi dengan FIM dari sisi Operasional dan Motorsport. Terkait dengan pemenuhan kebutuhan homologasi untuk MotoGP di Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 nanti,” Sebut Vice President Motorsport MGPA Donny Mardjono, dalam keterangan, Senin, 2 Maret 2026.
Dikatakannya, ada peberapa poin penting yang menjadi topik bahasan. Mulai dari masalah race elektronik, run-off area, pembersihan sirkuit serta kebutuhan track yang berkaitan dengan gravel. Pembahasan tersebut penting agar nanti Sirkuit Mandalika bisa memperoleh homologasi FIM Grade A.
“Kami juga sudah berdiskusi dengan tim Safety Officer dari IRTA untuk membahas sejumlah pembaruan. Diantaranya persoalan kedalaman dan leveling gravel serta race elektronik sistem. Dan, beberapa hal lainnya yang diharapkan mampu menunjang keberhasilan untuk penyelenggaraan MotoGP di Mandalika pada Oktober 2026,” tambah Track & Race Operation Officer MGPA Abdul Hamid.
Adapun pertemuan dengan MotoGP Sport Entertainment Group membahas berbagai aspek operasional di sirkuit. Mulai dari fasilitas paddock, manajemen arus lalu lintas (traffic flow), pengaturan keluar-masuk penonton, sistem parkir dan transportasi hingga spectators journey secara menyeluruh.
Menurut VP Operation MGPA Try Agung Hartanto pertemuan tersebut sebagai langkah penting dari proses penyempurnaan event di Indonesia. Bahwa banyak hal yang masih perlu ditingkatkan terkait penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Dan, gelaran GP Thailand bisa menjadi salah satu refresensi yang nanti bisa diterapkan di Sirkuit Mandalika. Khususnya yang terkai operasional.
“Di GP Thailand Kami melihat langsung bagaimana pengelolaan fasilitas, traffic flow, keamanan hingga perjalanan penonton dari datang, menikmati balapan, sampai kembali pulangnya. Semua kami pelajari untuk memastikan Indonesian MotoGP 2026 bisa berjalan lebih baik lagi,” imbuhnya. (kir)

