Mataram (suarantb.com) — Di era teknologi saat ini, upaya memperluas akses pendidikan tinggi perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penerapan sistem pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan pembelajaran secara digital. Sistem ini diharapkan mahasiswa yang terkendala hadir di kampus tetap bisa belajar.
Hal ini mengemuka dalam kegiatan sharing session pembelajaran jarak jauh di Ruang Sidang Senat, Rektorat Universitas Mataram (Unram) pada Senin (9/2/2026). Unram menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan dan menghadirkan pendidikan inklusif melalui penguatan digital learning.
Wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan dengan penyelenggaraan forum ini menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus penguatan kapasitas dalam memastikan keselarasan dan kualitas implementasi pembelajaran jarak jauh. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pencapaian indikator kinerja serta mendukung transformasi digital yang tengah dijalankan Unram. Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.
Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menegaskan bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan.
“Selama ini Unram lebih banyak menjalankan pembelajaran onsite. Namun kami ingin memperkuat sistem jarak jauh agar mahasiswa yang terkendala hadir di kampus tetap bisa belajar. Fleksibilitas ini sangat penting tidak hanya bagi mahasiswa S-1, tapi juga mahasiswa program magister dan doktor, serta bagi mahasiswa asing. Kehadiran smart classroom mendukung blended learning, dan pembelajaran jarak jauh menjadi solusi yang relevan,” ujarnya.
Prof. Bambang menekankan bahwa pembelajaran jarak jauh juga menjadi sarana penting untuk menghadirkan pendidikan inklusif bagi anak-anak di daerah kepulauan. Banyak anak-anak di pulau-pulau yang menghadapi keterbatasan biaya hidup dan akses sehingga sulit melanjutkan pendidikan tinggi. Padahal, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Melalui sistem pembelajaran jarak jauh, Unram hadir menjembatani kesenjangan itu, membuka peluang bagi anak-anak pulau untuk meningkatkan taraf hidup, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemberantasan kemiskinan. Inilah wujud nyata kehadiran negara melalui perguruan tinggi,” tegasnya.
Prof. Bambang lebih lanjut turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Rektor UT yang telah berbagi pengalaman dan praktik baik. Ia menegaskan bahwa pembelajaran jarak jauh merupakan wujud nyata komitmen Unram dalam menghadirkan pendidikan inklusif, membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak kepulauan agar dapat menikmati akses pendidikan tinggi yang layak dan berkontribusi pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan UT lanjutnya, Unram menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi yang inklusif sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Transformasi digital pembelajaran diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperluas jangkauan layanan pendidikan hingga ke masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah yang selama ini sulit terakses. (ron)



