Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) menorehkan tonggak penting dalam perjalanan akademiknya dengan mengukuhkan enam Guru Besar Tetap melalui Rapat Senat Terbuka di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram pada Rabu (11/2/2026).
Pengukuhan ini menegaskan komitmen Unram, untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian lintas disiplin.
Enam Guru Besar Tetap yang Dikukuhkan yaitu:
- Prof. Ir. Aluh Nikmatullah, M.Agr.Sc., Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian, Bidang Ilmu Sains Tanaman, dengan judul orasi ilmiah “Peran Bioteknologi untuk Memahami Keragaman Genetik dan Interaksi Tanaman dengan Lingkungan”
- Prof. Hendry Sakke Tira, ST., MT., Ph.D. Guru Besar Tetap Fakultas Teknik, Bidang Ilmu Teknik Mesin – Teknik Otomotif, dengan judul orasi ilmiah “Potensi Bioadsorben sebagai Catalytic Converter untuk Mengurangi Emisi Kendaraan Bermotor”
- Prof. Dr. Ir. Lukman HY, M.P. Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan, Bidang Ilmu Pengembangbiakan Ternak, dengan orasi ilmiah berjudul “Penambahan a Tokoferol dalam Pengenceran Tris terhadap Kualitas dan Integritas Membran Spermatozoa pada Penyimpanan Semen Cair Sapi Bali dan Aplikasi Inseminasi Buatan”
- Prof. Dr. Dra. Hj. Mukmin Suryatni, M.M. Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Bidang Ilmu Manajemen Organisasi, dengan orasi ilmiah berjudul “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Strategi dalam Human Capital Management (Model Pendekatan dalam Pemberdayaan)”
- Prof. Dr. Syamsul Bahri, S.Si., M.Si. Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Bidang Ilmu Pemodelan Matematika dan Optimasi, dengan judul orasi ilmiah “Pemodelan Matematika dan Optimasi Alat Pemecahan Masalah pada Zaman Dulu, Kini, dan Masa yang akan datang”
- Prof. Dr. Widodo Dwi Putro, S.H., M.Hum. Guru Besar Tetap Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Bidang Ilmu Hukum dan Pembangunan, dengan orasi ilmiah berjudul “Revolusi Senyap: Pergeseran Paradigma dari Rule of Law menuju Rule of Algorithm”
Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan awal dari pengabdian berikutnya. Salah satunya melalui Program Profesor Berdampak, program strategis yang dicetuskan oleh Rektor Unram terpilih periode 2026–2030, Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. Program ini menjadi dorongan, agar guru besar tidak berhenti pada akademik, tetapi benar-benar turun ke masyarakat, menghadirkan inovasi, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan.
Dalam kerangka ini, para profesor diharapkan mengimplementasikan riset dan pengetahuan guna mendukung kebijakan daerah, memberdayakan masyarakat desa, serta menciptakan solusi nyata yang berdampak pada peningkatan taraf hidup. Selaras dengan visi Desa Berdaya di NTB, Profesor Berdampak menjadi wujud nyata kontribusi Unram dalam menjawab tantangan pembangunan dan inklusi pendidikan.
Prof. Bambang menyampaikan, bahwa para guru besar memiliki peran strategis menghadirkan solusi, penjaga moral, sekaligus fasilitator bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang berdampak secara ekonomi dan sosial. Melalui Program Profesor Berdampak Unram, turun ke lapangan, mendampingi desa, dan menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Teknologi dan inovasi yang kita hasilkan harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Para guru besar dan peneliti harus menggali semua potensi yang ada, ilmu yang kita miliki tidak boleh berhenti di ruang kuliah, tetapi memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengukuhan enam guru besar ini, menjadi simbol bahwa Unram tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat. Dengan riset dan inovasi lintas bidang, Unram berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan solusi teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat, dari desa hingga pesisir, dari pengembangan ilmu pengetahuan hingga perumusan kebijakan. (ron/*)



