PENDAFTARAN seleksi 13 jabatan eselon II lingkup Pemprov NTB masih berlangsung sampai dengan 20 Februari mendatang. Hingga hari ini, tercatat telah ada 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftar sebagai pada 13 posisi eselon II di lingkup Pemprov NTB masih masih lowong.
Berdasarkan data tim Panitia Seleksi (Pansel), posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menjadi jabatan yang paling banyak diminati, dari 14 pendaftar, tiga ASN mendaftar untuk posisi tersebut. Sementara, Kepala Dinas baru yaitu Dinas Kebudayaan hingga saat ini belum ada pendaftar.
“Tiga orang pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Dua orang pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga,” ujar Ketua Pansel Tim I, Prof. Riduan Mas’ud, Kamis (12/2/2026).
Ia melanjutkan, masing-masing ASN mendaftar pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Biro Kesejahteraan Rakyat Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RUSD NTB, Wakil Direktur SDM Diklat dan Penelitian Rumah RUSD NTB, Wakil Direktur Pelayanan, sertq Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD NTB.
Selain Dinas Kebudayaan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR) NTB, Direktur RSUD, serta Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan (Adpim) juga masih sepi pendaftar.
Ia menyampaikan, menjelang tujuh hari penutupan pendaftaran, tidak menutup kemungkinan, jumlah pendaftar akan terus bertambah. Biasanya, kata dia, pelamar akan membeludak di menit-menit akhir.
“Jumlah ini diharapkan akan terus bertambah sampai dengan batas akhir pendaftaran. Panitia tetap membuka ruang informasi dan verifikasi berkas, serta terus memantau kelengkapan data peserta yang masuk,” jelasnya.
Ia berharap, para kader terbaik ASN dari kabupaten/kota di Provinsi NTB dapat turut serta berpartisipasi dan berkompetisi dalam Seleksi Terbuka ini.
“Partisipasi aktif dari ASN terbaik daerah dapat menghadirkan figur-figur profesional, berintegritas, serta mampu menerjemahkan visi pembangunan NTB Makmur Mendunia secara konkret dan terukur,” ujarnya.
Seluruh panitia seleksi, lanjut dia, akan komitmen menjalankan seluruh tahapan secara lebih cermat, transparan, dan akuntabel. Khususnya, pada aspek rekam jejak dan integritas calon.
“Dari proses sebelumnya yang sempat menimbulkan kritik publik. Untuk seleksi kali ini, Panitia Seleksi berkomitmen menjalankan seluruh tahapan secara lebih cermat, transparan, dan akuntabel,“ ungkapnya. (era)



