Giri Menang (suarantb.com) – Akses transportasi ke Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) masih lumpuh total. Menyusul akses jalan yang terputus belum dibangunkan jalur alternatif. Pemkab Lobar masih mengkaji secara teknis penanganan darurat dan menghitung kebutuhan anggarannya. Ditargetkan dalam empat atau tiga hari ke depan jalan darurat bisa tuntas penanganannya.
Kepala Desa Taman Baru, Padilah mengatakan bahwa pihak Pemkab dalam hal ini Bupati telah turun mengecek kondisi jalan putus di desanya menuju Buwun Mas. Bupati memerintahkan jajaran untuk penanganan darurat dan permanen. Penanganan darurat dilakukan dua-tiga hari ke depan agar jalan itu bisa dilewati dulu oleh warga. “Belum mulai penanganan darurat ini, jadi transportasi masih lumpuh, karena putus sama sekali,” kata Padilah, Rabu (25/2/2026).
Rencananya, jalan yang putus itu akan ditimbun menggunakan karung geobag. Namun belum ada materialnya di lokasi. Sebelumnya, di titik yang longsor di jalan itu juga pernah ditangani menggunakan karung berisi material, tetapi longsor terjadi lebih parah lagi. Saat ini akses jalan tersebut belum bisa dilalui, baik untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. “Warga yang ada di Buwun Mas yang mau turun harus melalui jalur Pelangan, jauh sekali,” imbuhnya.
Karena itu, ia berharap penanganan darurat segera dilakukan, mengingat jalan itu vital bagi warga menjadi akses utama. Selain penanganan darurat ia berharap penanganan permanen agar tidak lagi ambles separah ini, dari sebelumnya satu titik sekarang menjadi dua titik longsor.
Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Lombok Barat, Toni Hidayat mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas PU terkait perhitungan untuk penanganan kedaruratan. “Berapa kebutuhan yang akan dihabiskan, itu kita ajukan ke BKAD untuk penanganan daruratnya,” terangnya.
Penanganan darurat rencananya akan dilakukan dengan menimbun lokasi jalan yang longsor menggunakan geobag. Namun bagiamana teknisnya tengah dikaji cepat oleh Dinas PU. “Karena jangan sampai terlalu lama ini (belum ditangani darurat), kerana kalau mau lewat jalur lain jauh sekali,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya bersama PU segera menyelesaikan penghitungan biaya yang diperlukan, termasuk analisis. Karena sebelumnya pernah ditangani jalan longsor yang berada di lokasi yang sama.
Pengerjaan penanganan darurat ini akan dilakukan oleh pihak ketiga, karena tidak mungkin dilakukan secara gotong royong. Pihaknya menargetkan penanganan darurat bisa selesai paling lama lima hari ke depan. “Mudah-mudahan bisa selesai lima hari,” imbuhnya.
Jalan darurat ini tentu harus dibatasi kendaraan yang bisa lewat, tidak bisa dilalui truk besar. Pihak kecamatan akan mengawasi kendaraan yang lalu lalang tersebut.
Bupati Lobar Gerak Cepat
Sebelumnya, Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) gerak cepat merespons kejadian bencana yang mengakibatkan jalan penghubung antara Desa Taman Baru dengan Buwun Mas Kecamatan Sekotong menuju Lombok Tengah putus total pada Selasa (24/2/2026). Bupati bersama jajaran terjun langsung ke lokasi tak lama setelah kejadian longsor yang memacu terputusnya jalan utama tersebut.
Kepala Dinas PUPRPKP Lobar Lalu Ratnawi mengatakan penanganan darurat dilakukan oleh BPBD dengan memasang karung geobag di titik yang mengalami longsor agar jalan tersebut bisa dilalui sementara waktu oleh warga. Penanganan darurat ini ditarget tuntas dalam beberapa hari ke depan.
Setelah penanganan tanggap darurat selesai, barulah pihaknya melakukan penanganan permanen. Untuk penanganan permanen, pihaknya akan melakukan penguatan tebing dengan membangun beronjong. Mengingat tebing itu begitu curam dan dalam di dua titik yang mengalami kerusakan. Masing-masing mengalami kerusakan 75 meter dan 65 meter.
Apakah ada alternatif jalan itu dialihkan? Menurutnya tidak bisa, karena elevasinya berat dan curam jika tebing itu dikepras menjadi jalan. Dalam penanganan penguatan tebing jalan ini, Pihaknya berkoordinasi dengan BBWS agar terlibat membantu. Pihaknya pun sedang menyelesaikan penyusunan gambar DED. Rencananya, jalan itu dibangun menggunakan beton bukan aspal hotmik agar lebih kuat (mengikat). Karena kerusakan itu dipicu air dari pegunungan, mengurus badan jakan hingga menyebabkan amblas.
Pihaknya juga akan membangun saluran sisi atau tepi, sehingga air dari gunung itu melalui bawah jalan tidak melalui atas jalan. Kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen pada dua titik kerusakan jalan itu mencapai Rp5 miliar.
Kondisi di lapangan saat ini akibat jalan utama ini terputus, warga yang hendak ke wilayah Sekotong sekitarnya dan ke Mataram mesti memutar melalui jalur Pelangan dan wilayah Loteng.
Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan bahwa akibat hujan yang melanda sejak beberapa hari terakhir berdampak fatal pada akses jalan yang sebelumnya pernah diterjang longsor di Tibu Lisung. Titik jalan yang putus ini sebelumnya pernah longsor. Namun kali ini jauh lebih parah kerusakannya di dua titik. Pihaknya telah menyarankan agar jalan itu dialihkan saja, tetapi tidak memungkinkan dari pertimbangan teknis.
Selain penanganan darurat, Bupati memerintahkan OPD mengkaji secara teknis untuk penanganan permanen. Pihaknya berharap agar penanganan darurat segera dilakukan mengingat jalur itu satu-satunya jalan yang paling dekat ke sejumlah desa setempat. (her)


