spot_img
Kamis, Februari 26, 2026
spot_img
BerandaNTBGubernur NTB Diundang Promosikan Wastra Lombok di Australia

Gubernur NTB Diundang Promosikan Wastra Lombok di Australia

Mataram (suarantb.com) – Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Nuralam, mengungkapkan Gubernur NTB diundang menjadi pembicara dalam peluncuran buku berjudul Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali yang akan digelar pada Juni 2026 di Adelaide, Australia. Undangan tersebut dikirim oleh Art Gallery of South Australia (AGSA) kepada Gubernur NTB.

Peluncuran buku tersebut akan dirangkaikan dengan pameran bersama antara AGSA dan Museum Negeri NTB di Kota Adelaide.

Gubernur NTB, yang akrab disapa Mamiq Iqbal, diminta menjadi keynote speaker karena turut memberikan kata sambutan dalam buku yang disponsori oleh kolektor asal Australia, Michael Abbott. Selain Gubernur, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga diminta memberikan sambutan dan pengantar dalam buku tersebut.

Ahmad Nuralam menyampaikan terbitnya buku ini menjadi bukti nyata diplomasi budaya dan kerja sama internasional yang digagas Pemerintah Provinsi NTB mendapat sambutan positif dari kalangan internasional.

“Pelaksanaan pameran bersama dan peluncuran buku ini memberikan keuntungan besar bagi kebudayaan NTB, khususnya budaya masyarakat Lombok di bidang wastra. Hasil diplomasi kebudayaan yang kita lakukan memberikan dampak sangat baik bagi promosi kebudayaan NTB,” ujarnya.

Ia juga menambahkan telah menerima konfirmasi langsung dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyambut baik inisiatif Pemerintah NTB di bidang kebudayaan dan menyatakan kesediaannya memberikan kata sambutan dalam buku tersebut.

Buku Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali diperkirakan setebal 500 halaman dan memuat tulisan sejumlah penulis lokal, di antaranya H. Khaerul Anwar, Bunyamin, Salsabila Luqyana, Ahmad Sugeng, serta penulis lainnya. Mereka mengulas beragam aspek wastra Lombok, mulai dari corak, warna, benang, hingga bahan yang digunakan masyarakat dalam menenun kain tradisional seperti songket dan limpot umbaq.

Pamong Budaya Ahli Pertama Museum Negeri NTB, Salsabila Luqyana, mengaku bangga dapat terlibat dalam penyusunan buku tersebut.

“Saya merasa sangat bangga dan terhormat menjadi bagian dari buku ini. Buku ini berperan penting dalam memperkaya historiografi Lombok. Bagi saya, ini bukan sekadar keterlibatan dalam sebuah publikasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk mendokumentasikan serta merawat sejarah daerah,” ujarnya.

Surat undangan dari AGSA yang ditujukan kepada Gubernur NTB ditandatangani langsung oleh Direktur AGSA, Jason Smith, dan dikirimkan melalui surat elektronik kepada Museum Negeri NTB.

Buku ini dieditori oleh James Bennett, Ph.D., seorang Indonesianis asal Australia yang dikenal memiliki keilmuan mendalam di bidang peradaban Islam di Asia Tenggara. Kehadiran buku tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi wastra Lombok dan Bali dalam percaturan budaya internasional. (ham)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO