Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) menorehkan tonggak baru dalam penguatan pendidikan tinggi Indonesia dalam bidang lingkungan dan keberlanjutan melalui peluncuran Proyek Erasmus+ Capacity Building Higher Education (CBHE) European–Indonesian Partnership for Strengthening Higher Education on Environmental and Sustainable Science in Indonesia (ENHANCE) di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Peluncuran ini turut menandai keterlibatan aktif perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik internasional dalam menghadapi tantangan global. Proyek Erasmus+ ENHANCE, co-funded oleh Uni Eropa melalui Erasmus+ CBHE melibatkan tujuh universitas dari empat negara berbeda. Mitra konsorsium meliputi Maastricht School of Management (Belanda), University of Göttingen (Jerman), Università Cattolica del Sacro Cuore (Italia), Institut Pertanian Bogor, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Palangka Raya.
Dalam rangkaian acara peluncuran, Unram juga mengukuhkan kerja sama strategis dengan lembaga penyiaran publik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unram dengan RRI Mataram dan TVRI NTB, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara Pascasarjana Unram dengan kedua mitra tersebut.
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas dukungan diseminasi program, penguatan literasi publik, serta kolaborasi pengembangan konten edukatif berbasis lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, Unram memastikan bahwa capaian akademik dan riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat diakses secara luas oleh masyarakat melalui kanal media publik.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram, Prof. Akmaluddin, S.T., M.Sc.(Eng.), Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada tim Erasmus Unram atas keberhasilan memperoleh pendanaan internasional melalui program Erasmus+ ENHANCE. Capaian ini dinilai memperkuat komitmen Unram menuju visi berdaya saing global sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk memperluas jejaring kerja sama internasional. Apresiasi juga diberikan kepada RRI, TVRI, dan pemerintah daerah atas dukungan dalam memperkuat diseminasi informasi publik dan kolaborasi lintas sektor.
Sejalan dengan itu, Kepala Bappeda NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang P2EPD, Firmansyah, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dalam pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa NTB tidak hanya berfokus pada pembangunan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dengan pendekatan hulu–hilir. Program ENHANCE dinilai sejalan dengan arah pembangunan NTB ke depan, khususnya dalam mendukung target NTB Lestari dan Berkelanjutan yang mencakup pengelolaan lingkungan hidup berkualitas, penguatan daya dukung dan daya tampung ekosistem hayati, ketahanan energi ramah lingkungan, serta peningkatan iklim investasi berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah menekankan urgensi dukungan lintas pihak dengan menyatakan, “Di tengah target pembangunan yang belum sepenuhnya didukung pembiayaan memadai, kita tidak bisa lagi bergantung pada dana pemerintah semata. Tidak lagi government budget mindset, melainkan kolaborasi dari seluruh stakeholder yang ada.”
Dengan demikian Proyek Erasmus+ ENHANCE menjadi wujud nyata realisasi Kampus Berdampak, di mana pendidikan dan riset hadir sebagai katalis solusi bagi masyarakat. Unram bersama mitra strategis berkomitmen terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pulau kecil, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. (ron/*)


