Rabu, Maret 11, 2026

BerandaKESEHATANSatu Kasus Suspek Campak di KLU, Dikes Perketat Pengawasan

Satu Kasus Suspek Campak di KLU, Dikes Perketat Pengawasan

Tanjung (suarantb.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (Dikes KLU) memperketat pengawasan kesehatan masyarakat seiring munculnya satu kasus suspek campak. Masyarakat Lombok Utara diimbau meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah meluasnya penularan mengingat tingginya mobilitas pada libur Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin, M.Kes., Rabu (11/3/2026) mengungkapkan, kasus suspek campak masih dalam pemantauan ketat tenaga medis. Pasien ditangani secara intensif.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Surabaya untuk memastikan status medisnya. Untungnya, sejauh ini belum ada laporan kasus susulan,” kata Bahrudin.

Ia melanjutkan, kemunculan satu kasus ini tidak bisa dianggap enteng mengingat risiko penularan Campak. Pihaknya mengambil langkah cepat untuk mencegah potensi penyebaran dengan pemantauan berlapis.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan menyusul mobilitas tinggi masyarakat pada momen libur dan cuti bersama Idulfitri. Bahrudin mengimbau, masyarakat tidak mengabaikan gejala khususnya demam pada bayi dan balita.

“Vaksinasi rutin melalui Posyandu perlu dipastikan diberikan kepada anak. Kesadaran para orang tua juga sangat penting karena imunisasi lengkap bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” tambahnya.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan diri melalui pola hidup bersih dan sehat. Perubahan cuaca serta aktivitas yang meningkat selama masa libur dinilai bisa mempengaruhi daya tahan tubuh, khususnya pada anak-anak.

“Vaksin adalah perlindungan medis, namun pola hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah pelindung harian. Kami meminta masyarakat tetap mengonsumsi vitamin, menjaga asupan nutrisi, dan memastikan anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup,” ujarnya.

Untuk diketahui, gejala campak yang perlu diwaspadai biasanya muncul sekitar 10–14 hari setelah terpapar virus. Pada tahap awal, gejala campak sering menyerupai flu, demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah dan berair, nafsu makan menurun, dan muncul ruam merah pada kulit.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, campak dapat digunakan menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak balita, anak dengan gizi kurang, atau anak yang belum diimunisasi. (ari)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO