Giri Menang (suarantb.com) – Pelayanan penyeberangan kapal lintas Lembar-Padangbai mulai ditutup sementara Rabu (18/3/2026) malam, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. Pada perayaan Nyepi ini juga diprediksi berbarengan dengan puncak arus mudik Lebaran.
Masyarakat yang akan melintasi Lembar-Padangbai atau sebaliknya diimbau untuk mudik lebih awal sebelum pelabuhan ditutup sementara selama Nyepi berlangsung.
“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar-Padangbai ditutup sementara mulai 18 Maret pukul 21.00 Wita,” ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal saat dikonfirmasi, Selasa (10/03/2026).
Mulai dari pukul 21.00 Wita itu sudah tidak akan ada lagi kapal yang berangkat dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Hal ini karena perjalanan penyeberangan membutuhkan waktu beberapa jam. Sehingga langkah antisipasi diperlukan, supaya tidak ada kapal yang tiba di pelabuhan Padangbai saat Nyepi sudah dimulai.
Sedangkan pada 19 Maret 2026, Pelabuhan Padangbai mulai menutup aktivitas operasional pada pukul 04.00 Wita.
Kemudian lintas Lembar-Padangbai akan mulai beroperasi kembali pada 20 Maret 2026, pukul 01.30 Wita. “Pelabuhan Padangbai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” imbuhnya.
Namun, berdasarkan hasil evaluasi arus mudik yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti mudik tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” beber pria berkaca mata ini.
Menurutnya, faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan penumpang pada musim mudik tahun ini adalah kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang juga rencananya akan diberlakukan pemerintah. Dengan begitu dapat memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan tanpa harus terburu-buru dan berdesak-desakan saat puncak arus mudik.
“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 Maret itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, tidak menumpuk di satu tanggal saja,” pungkas Syamsurizal. (her)

