Dompu (suarantb.com) – Aktivitas vulkanik Doro Afi Toi dan Doro Api Bou di puncak Kaldera Gunung Tambora hingga saat ini masih cukup tinggi. Pencabutan status waspada yang ditetapkan pada 10 Maret lalu belum mungkin dicabut, karena kegempaan vulkaniknya yang masih tinggi.
Hal itu disampaikan pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin saat ditemui di kantornya, Senin (23/3/2026) malam. “Kegempaan vulkanik dalam yang terekam ada 29 kali kejadian. Kemarin (22/3/2026), ada 21 kali kejadian,” ungkapnya.
Kegempaan vulkanik dalam yang terjadi di Gunung Tambora berada di kedalaman 2 ribu meter ke bawah. Aktivitas penyemburan magma itu terjadi dari aktivitas kegempaan vulkanik atas. “Sejauh ini kita belum terjadi. Kita berharap itu tidak terjadi,” ungkapnya.
Namun yang dikhawatirkan dari meningkatnya aktivitas gunungapi itu, keluarnya CO2. Kandungan ini tidak berasa dan berwarna. Ketika terhirup manusia, dalam beberapa saat bisa menyebabkan hilangnya kesadaran dan menyebabkan kematian.
“Itulah sebabnya dalam himbauan itu ada jarak aman dan tidak aman. Untuk status Tambora saat ini kita rekomendasikan untuk hindari pada jarak 3 kilo. Jarak ini berada di puncak kaldera Tambora,” jelasnya.
Kaldera gunung Tambora, lanjut Rasyidin, menjadi perisai alami dari aktivitas kegempaan vulkanik yang ada di Doro Api Toi dan Doro Api Bou. Kedua bukit yang ada di dasar kaldera gunung Tambora inii memiliki ketinggian sekitar 60 meter untuk Doro Api Toi dan 3 meter untuk Doro Api Bou. Sementara kedalaman kaldera Tambora sekitar 1.300an meter. “Waspada dan mengikuti himbauan petugas menjadi keharusan untuk diikuti,” pesannya.
Dengan kegempaan vulkanik dalam yang masih tinggi, Rasyidin menyampaikan, untuk saat ini tidak memungkinkan status gunungapi Tambora diturunkan ke level normal seperti sebelumnya. Kendati demikian, warga bisa melihat aktivitas gunungapi seluruh Indonesi pada web: Magmaindonesia. “Aktivitas gunungapi Tambora dan gunungapi seluruh Indonesia itu bisa dilihat updata di MagmaIndonesia,” pesannya. (ula)

