Mataram (Suara NTB) – Di tengah dinamika dan ketidakpastian global, sektor penerbangan di Nusa Tenggara Barat tetap menunjukkan prospek positif. PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pun, tetap meyakini pertumbuhan trafik penerbangan ditengah tantangan.
Sebagaimana dikemukakan Plt. Branch Communication & CSR Department Head BIZAM, Hidya Putri Ramadhina. Menurutnya, konflik global yang sedang terjadi saat ini seperti perang Rusia Ukraina, dan perang AS-Israel dengan Iran tidak menekan upaya pengelola bandara di Lombok untuk terus mendorong pengembangan rute penerbangan, baik domestik, maupun internasional.
“Kami tetap optimis. Meskipun ada dinamika global, sektor penerbangan masih memiliki peluang besar untuk tumbuh,” ujarnya di Mataram, Kamis, 26 Maret 2026.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah, pengelola BIZAM akan ambil bagian dalam konferensi internasional, yang mempertemukan pengelola bandara dengan maskapai penerbangan dari berbagai negara serta stakeholder lainnya.
Menurut Hidya, forum ini menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi rute penerbangan dari dan menuju Lombok kepada maskapai global.
“Kami akan mempromosikan potensi wisata Lombok, seperti Gunung Rinjani dan keindahan pantainya. Harapannya, maskapai tertarik membuka atau menambah rute ke Lombok,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Untuk Lombok, fokus utama pengembangan rute diarahkan pada sektor pariwisata, berbeda dengan beberapa bandara lain seperti di Semarang misalnya, yang lebih condong mempromosikan sektor industry sebagaimana potensi wilayahnya.
“Setiap bandara punya keunggulan masing-masing. Lombok kuat di pariwisata, sehingga itu yang kami dorong melalui promosi-promosi,” katanya.
Sejalan dengan itu, BIZAM juga membidik peningkatan penerbangan internasional sebagai salah satu strategi utama dalam mendorong pertumbuhan trafik penumpang.
Untuk mendukung langkah tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia secara aktif melakukan berbagai upaya, di antaranya melalui airlines marketing guna memetakan kondisi industri aviasi terkini, menggali potensi rute baru, serta membangun komunikasi intensif dengan maskapai dan regulator.
Selain itu, pengelola bandara juga rutin mengikuti forum dan konferensi bersama pemangku kepentingan, baik di dalam maupun luar negeri, guna memperluas jejaring dan peluang kerja sama.
Tidak hanya itu, sejumlah program insentif juga ditawarkan kepada maskapai sebagai stimulus untuk membuka rute baru maupun meningkatkan frekuensi penerbangan yang sudah ada. (bul)

