Mataram (Suara NTB) – Suasana pagi di SMPN 16 Mataram terasa berbeda pada hari pertama masuk sekolah, Senin, 30 Maret 2026. Semangat baru terpancar dari wajah para siswa, guru, dan seluruh warga sekolah yang kembali berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Momentum ini menjadi awal yang penuh harapan, tidak hanya bagi para peserta didik, tetapi juga bagi seluruh elemen pendidikan dalam menguatkan komitmen bersama menuju pembelajaran yang lebih bermakna.
Upacara bendera kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Katman, S.Pd., M.A., yang bertindak sebagai pembina upacara. Kehadirannya mencerminkan nyata hadirnya negara di tengah-tengah sekolah, memberikan perhatian langsung terhadap proses pendidikan serta memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Dalam amanatnya, Katman mengajak seluruh warga sekolah untuk mengawali hari pertama masuk sekolah dengan semangat baru pasca libur panjang, sekaligus menguatkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, bersih, dan indah melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan, membiasakan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan suasana sekolah yang rapi dan nyaman sebagai rumah kedua bagi para siswa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali nilai-nilai dalam Ikrar Pelajar Indonesia, mulai dari pentingnya keimanan dan ketakwaan, sikap hormat kepada orang tua dan guru, kesungguhan dalam belajar, hidup rukun dengan sesama, hingga menumbuhkan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Katman juga mengajak siswa untuk membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Selain itu, di tengah perkembangan teknologi digital, para siswa diimbau untuk menggunakan gawai secara bijak melalui prinsip 3S: membatasi waktu penggunaan (screen time), menggunakan di tempat yang tepat (screen zone), serta memberi jeda untuk istirahat (screen break).
Kepada para guru, ia menegaskan pentingnya keteladanan dalam setiap aspek pembelajaran. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga sosok yang membentuk karakter melalui sikap, perhatian, dan interaksi sehari-hari dengan siswa. Peran guru menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal antara siswa dan guru sebagai bentuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan nilai saling memaafkan setelah Idulfitri. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat saat seluruh warga sekolah saling berjabat tangan dan bermaafan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, siswa mengikuti aktivitas membuat cerita bergambar. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas dan imajinasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi pengalaman hari pertama masuk sekolah dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.
Upacara bendera hari pertama ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol dimulainya kembali perjalanan pendidikan dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari negara. Dengan kolaborasi seluruh pihak, SMPN 16 Mataram optimis mampu menghadirkan layanan pendidikan bermutu untuk semua, serta mencetak generasi Indonesia hebat yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (r)

