Giri Menang (Suara NTB) – Posisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) menjadi perbincangan hangat di kalangan eksekutif dan legislatif. Dari beberapa nama yang mencuat, Ketua Lombok Barat Lalu Ivan Indaryadi memberikan penilaian dan catatan kritis terhadap sosok yang dianggap layak serta mampu mengemban jabatan karier tertinggi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Lobar.
Menurut Ketua Golkar Lobar ini, ada tiga kriteria yang perlu dimiliki oleh siapa pun yang ingin menjabat sebagai Sekda. Pertama, sosok tersebut harus memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi riil daerah. Kedua, sosok Sekda wajib menyelaraskan langkah dengan visi-misi kepala daerah agar roda pemerintahan berjalan seirama. Dan poin ketiga dianggapnya sebagai yang paling krusial.
“Inilah yang lebih penting, terkait masalah komunikasi. Dia harus bisa membangun komunikasi yang baik antara lembaga legislatif dan eksekutif,” tegas Politisi muda Golkar ini.
Ia menekankan bahwa posisi Sekda adalah jembatan utama antara kebijakan pemerintah daerah (eksekutif) dengan representasi rakyat di parlemen (legislatif). Tanpa kemampuan komunikasi yang mumpuni, koordinasi pemerintahan dikhawatirkan akan tersendat, yang pada akhirnya merugikan pelayanan publik.
Disinggung mengenai asal-usul calon, Ivan menyatakan bahwa secara aturan, sosok dari luar daerah memang diperbolehkan. Namun, ia secara terbuka memberikan sinyal keberpihakan pada putra daerah atau pejabat lokal yang sudah lama berkecimpung di Lobar. “Ketika ada pejabat daerah Lobar yang mampu, kenapa tidak? Walaupun dari luar boleh secara aturan, tapi kalau ada putra daerah setempat yang mampu, itu jauh lebih tepat,” ujarnya.
Secara spesifik, Ivan menyebut nama Asisten III Setda Lobar Fauzan Husniadi sebagai salah satu sosok yang memenuhi kriteria tersebut. Di mata legislatif, Fauzan dinilai memiliki rekam jejak yang meyakinkan, terutama karena pengalamannya yang sudah cukup lama berinteraksi dengan DPRD Lobar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penilaian ini bukan didasarkan pada faktor subjektivitas personal, melainkan murni pada rekam jejak dan pengalaman kerja. Penilaian ini lanjut dia, tanpa ada tendensi atau kepentingan personal, tetapi murni untuk daerah agar bisa akselerasi dalam pembangunan sesuai dengan bersama, terlebih Bupati Lobar sendiri
Bagi DPRD, siapapun yang dipilih oleh Bupati nantinya diharapkannya harus mampu membuktikan kapasitasnya sebagai komunikator ulung yang mampu menjaga harmonisasi internal pemerintahan demi percepatan pembangunan di Lombok Barat.
Sementara itu, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menanggapi pernyataan ketua dewan yang dinilai nama Fauzan Husniadi yang layak menjadi Sekda. Menurutnya setiap pejabat yang memenuhi persyaratan punya peluang dan kesempatan yang sama. “Bagus, siapapun boleh mendaftar dan terbuka secara nasional. Sehingga harus lulus uji oleh tim pansel yang menyangkut kemampuan personal, juga loyalitas dan integritas,” jelas Bupati LAZ, sapaannya.
Bupati memastikan setiap kebijakannya diambil semata-mata memikirkan kemajuan Lombok Barat. Termasuk dalam memilih Sekda nanti.
Terpisah, Asisten III Setda Lobar H. Fauzan Husniadi yang dimintai tanggapan terkait penilaian Ketua DPRD atas dirinya, tidak banyak berkomentar. Ia belum terpikir ke arah bursa pemilihan Sekda, karena masih fokus pada tugas yang diamanatkan Bupati kepada dirinya sebagai Asisten III. “Alhamdulillah kalau dinilai baik,” jawabnya singkat. (her)

