Kamis, April 9, 2026

BerandaNTBKakak Gubernur NTB, Baiq Nelly Kusumuwati Dilantik Jadi Wadir Perencanaan dan Keuangan...

Kakak Gubernur NTB, Baiq Nelly Kusumuwati Dilantik Jadi Wadir Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB

 

Mataram (Suara NTB) – Kakak Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yakni Baiq Nelly Kusumuwati resmi dilantik sebagai Wakil Direktur (Wadir) Perencanaan dan Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur pada Kamis (9/4/2026).

Baiq Nelly dilantik oleh adiknya sendiri yakni Gubernur NTB Iqbal bersama 33 pejabat eselon II dan III lainnya.

Juru bicara Gubernur NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan, Baiq Nelly Kusumuwati memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia kerja kepemerintahan. Karena itu, terpilihnya Baiq Nelly Kusumuwati sebagai pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTB murni berdasarkan kualitas dan kapasitasnya dalam jabatan Wadir RSUD NTB.

“Saya tahu beliau sejak menjadi Kabag Umum, kemudian beberapa jabatan, bahkan pernah Kabag Pemerintahan, kemudian Asisten (III Pemkot Mataram), kemudian Inspektorat. Semua tahu kalau Bu Nelly itu kapasitas dan kualitasnya memang di atas rata-rata,” ujar pria yang akrab disapa Aka itu.

Nelly diketahui pernah mengikuti seleksi jabatan eselon II lingkup Pemprov pada jabatan Inspektorat NTB pada periode seleksi sebelumnya. Aka menyebut, pada seleksi tersebut, Nelly menjadi peserta dengan nilai terbaik. Namun, oleh Gubernur, Nelly tak jadi dipilih dengan berbagai pertimbangan.

“Ketika kemudian dia mengikuti Pansel waktu periode pertama, dia terbaik tetapi kemudian tidak dipilih oleh Pak Gubernur. Banyak yang protes juga, kenapa terbaik tidak dipilih? Nah, sekarang hasilnya juga dia terbaik, maka pilihan Pak Gubernur harus mengikuti apa yang menjadi hasil Pansel,” jelas Kepala Diskominfotik NTB itu.

Selain itu, hak kepegawaian menjadi alasan lain kenapa kemudian Nelly ditetapkan mengisi jabatan strategis di lingkungan RSUD NTB itu. Menurut Aka, meski ada ikatan keluarga, sebagai pegawai, Nelly memiliki hak untuk mengikuti seleksi dan menjadi pejabat.

“Pak Gubernur juga walaupun (Nelly) keluarganya tidak boleh menghilangkan hak-hak kepegawaian keluarganya. Publik harus memahami itu karena sebagai ASN, dia juga punya hak untuk merebut karier terbaik bagi dirinya,” tegas mantan Kadis Dinsos NTB itu.

Aka juga memastikan, proses seleksi yang kemudian memilih Nelly sebagai salah satu pejabat di lingkup Pemprov NTB itu dipastikan berlangsung objektif.

“Dipastikan objektif. Saya sudah lihat nilainya, dia terbaik dan saya tahu bagaimana track record-nya sejak di Kota Mataram. Makanya saya berani mengatakan seperti itu,” pungkasnya.

Di sisi lain, Nelly mengakui bahwa jabatan baru yang diembannya saat ini merupakan amanah yang besar dan berat. Meski demikian, tantangan itu menjadi penyemangat dirinya untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi keberlangsungan operasional RSUD NTB.

“(Amanah) Itu menjadi penyemangat dan menjadi target untuk kita bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada sekarang ini,” ujarnya.

Nelly berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif bagi RSUD NTB. Ia menekankan, ke depan, rumah sakit daerah itu tak boleh memiliki hutang. Selain itu, sistem informasi manajemen RSUD mesti harus dikelola dengan baik dan transparan.

“Hutang harus selesai di tahun 2026 dan kita akan menciptakan insyaallah sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi sehingga semua tidak ada yang manual, tidak ada yang bisa di-hiden. Semua kita akan lakukan dengan transparan sehingga masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan,” pungkasnya. (sib)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO