Kamis, April 9, 2026

BerandaHEADLINESekda NTB Sebut Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Fiskal Jadi Tantangan NTB...

Sekda NTB Sebut Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Fiskal Jadi Tantangan NTB ke Depan

Mataram (Suara NTB) – Sekda NTB, Abul Chair menyebut sejumlah tantangan yang akan dihadapi NTB ke depan. Tantangan tersebut di antaranya, menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tekanan fiskal, layanan dasar, hingga meminimalisasi risiko tata kelola dengan baik.

Abul Chair mengakui, bahwa tantangan yang dimaksud tidak mudah dan memerlukan sinergitas yang solid.

“Tantangan kita ke depan tidak ringan. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana menjaga pertumbuhan di tengah tekanan fiskal, layanan dasar, dan risiko tata kelola. Itu yang terpenting,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ketiga tantangan tersebut mesti mendapat atensi yang serius dan langkah yang tepat. Jika, salah satu tertangani sementara yang lain dibiarkan, dikhawatirkan akan ada ketimpangan.

“Jangan sampai kita fokus pada pertumbuhan tapi jebol di tata kelola. Kita fokus di pertumbuhan tapi ada risiko fiskal yang tidak tertangani. Tentu ini tidak (bisa) dikerjakan sendirian,” jelasnya.

Ia mengutip salah satu ayat Al-Qur’an yang berpesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Kutipan itu diharapkan menjadi pesan yang jelas untuk terus menguatkan soliditas antara sesama pejabat di NTB.

“Hari ini, Alhamdulillah saya dilantik. Dilantik bukan menjadi, tapi ternyata dilantik untuk memiliki NTB, bukan dimiliki NTB. Bersama-sama kita bikin NTB hebat dan bermartabat,” tutur mantan Kepala BPKP Jawa Timur itu.

Ditanya formulasi dan terobosannya sebagai Sekda NTB di tengah tekanan fiskal, Abul Chair berencana mengadakan konsolidasi terlebih dahulu untuk memetakan persoalan dan solusi nantinya.

“Itu yang akan kita kerjakan bersama-sama. Yang jelas periode awal ini tentu menjadi pekerjaan besar, yang pertama adalah konsolidasi internal. Saya berusaha memetakan dulu lebih kurangnya di mana, baru kemudian kita tentukan langkahnya,” kata Abul Chair.

Abul Chair menyebut bahwa konsolidasi internal akan menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan-persoalan dalam menyambung komunikasi positif antar-OPD dalam dunia birokrasi.

Langkah ini, diharapkan dapat menjadi cara jitu untuk memastikan, setiap OPD di lingkup Pemprov NTB dapat menerjemahkan kebijakan Gubernur NTB.

“Karena Sekda itu fungsinya selain menjaga roda pemerintahan, dia menjadi jembatan antara kebijakan Gubernur dengan para pimpinan OPD. Kita pastikan kebijakan Gubernur sudah diterjemahkan secara cepat, tepat, dan terukur oleh masing-masing OPD,” terangnya.

Sebagai Sekda, Abul Chair secara langsung juga menjabat sebagai ketua TAPD NTB. Ia menegaskan, sinergitas antara unsur eksekutif dan legislatif perlu diperkuat untuk membangun kekuatan anggaran yang kuat.

“Namanya pemerintahan itu bukan cuma eksekutif, tapi juga legislatif. Jadi dua-duanya memang harus bersinergi dan terukur. Saya juga menjadi jembatan di sana. Mudah-mudahan dengan dukungan seluruh masyarakat, media, akademisi, dan semua pihak, kita bisa bersama-sama membangun NTB,” pungkasnya.

Meneruskan pesan Gubernur, Abul Chair akan terus mempromosikan NTB. Langkah ini diharapkan menjadi jalan keluar untuk mewujudkan visi dan misi Gubernur; NTB Makmur Mendunia.

“Tadi Pak Gubernur sudah sampaikan agar bisa lebih fokus untuk memasarkan lagi (NTB), dan itu menjadi misi kita semua. Setiap individu di NTB punya kewajiban untuk itu. Pak Gubernur ingin orang yang komit, loyal, dan militan. Komit untuk membangun, loyal kepada pimpinan dan NKRI, serta militan (tidak gampang menyerah). Ayo kita pasarkan NTB di setiap kegiatan kita,” pungkasnya. (sib)

 

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN




VIDEO