Selong (Suara NTB) – Kemarahan meledak dari Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, setelah mendengar langsung keluhan pahit para peternak terkait dugaan perlakuan tidak adil dari perusahaan mitra. Dalam arahannya, Bupati tegas meminta untuk memanggil seluruh mitra peternak ayam broiler Senin (20/4/2026) pekan depan. Bupati mengancam akan menutup perusahaan yang terbukti merugikan rakyat.
“Panggilkan saya semua perusahaan mitra. Kasihan peternak yang diberikan DOC (Day Old Chick) apkir. Sumpah saya akan tutup perusahaan itu. Jangan main-main sama rakyat Lotim,” tegas Bupati Iron dalam pertemuan dengan peternak ayam petelur dan pedaging di Pendoponya, Jumat (17/4/2026).
“Kasihan sekali, peternak ini yang disiksa,” ujar Bupati dengan nada keras. Pernyataan tegas itu muncul sebagai respons atas curahan hati para peternak yang mengaku merasa terus disalahkan.
Peternak menyoal sejumlah persoalan lain selain penggunaan elpiji bersubsidi. Pertama, praktik sortir DOC yang merugikan di mana ayam-ayam dengan kualitas jelek yang didahulukan. Kedua, ketidakjelasan harga di pasaran yang lebih menguntungkan perusahaan. Ketiga, waktu panen yang kerap diundurkan sepihak sehingga peternak mengalami kerugian besar.
Seorang peternak yang ikut dalam pertemuan itu mengungkapkan, pemilihan DOC ini yang buruk menjadi penyebabutama munculnya kerugian bagi peternak. Selain itu, faktor pakan yang juga diminta dapat perhatian.
Bupati Iron, sapaan akrab Bupati Lotim, pun langsung meminta para peternak untuk tidak tinggal diam dan ikut mengawasi ketat perilaku perusahaan mitra.
“Sumpah, saya tidak akan ragu menutup perusahaan yang menyiksa mitranya sendiri. Rakyat Lotim harus dilindungi,” pungkasnya. (rus)

