PEMERINTAH Kecamatan Selaparang memastikan pengawasan dan patroli keamanan telah dilakukan secara intensif sejak bulan Ramadan, menyusul meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam hari. Dua titik yang menjadi perhatian utama yakni Jalan Airlangga dan kawasan Udayana.
Langkah ini kembali ditegaskan menyusul insiden penganiayaan terhadap tiga orang oleh sekelompok orang tidak dikenal di Simpang Empat Arum Jaya, Jalan Airlangga, Kelurahan Gomong, pada Minggu dini hari (19/4/2026).
Camat Selaparang, Mulya Hidayat, mengatakan berbagai upaya pencegahan telah dilakukan bersama unsur tiga pilar di masing-masing kelurahan guna mengantisipasi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum), terutama di lokasi yang dinilai rawan.
“Kami sudah melakukan berbagai langkah sejak Ramadan, termasuk mengantisipasi potensi gangguan di titik-titik rawan,” ujarnya, Senin (20/4).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pedagang di kawasan rawan, khususnya di Jalan Udayana, agar membatasi aktivitas pada jam-jam tertentu yang dianggap rawan.
“Kami arahkan untuk mengurangi aktivitas malam pada jam rawan, terutama bagi pedagang agar tidak memicu kerumunan,” jelasnya.
Selain itu, pihak kecamatan juga menggencarkan patroli bersama aparat kelurahan serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan, baik melalui kepala lingkungan, lurah, maupun langsung ke Polsek Selaparang.
Hidayat menambahkan, dalam beberapa kegiatan patroli sebelumnya, petugas sempat menemukan sekelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam dan langsung dibubarkan untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Menanggapi insiden penganiayaan di Jalan Airlangga, pihak kecamatan bersama kelurahan juga telah melakukan rapat evaluasi trantibum pasca-Ramadan yang digelar di Polsek Selaparang.
“Pada malam yang sama kami sudah melakukan pertemuan di Polsek untuk evaluasi dan merumuskan langkah antisipasi ke depan, mengingat setelah Ramadan aktivitas malam biasanya mulai menurun,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, baik pelaku maupun korban dalam kasus penganiayaan tersebut bukan merupakan warga Kecamatan Selaparang.
“Kami mendapat informasi bahwa tidak ada warga Selaparang yang terlibat, baik sebagai korban maupun pelaku. Semuanya berasal dari luar wilayah,” pungkasnya. (pan)

