Rabu, April 22, 2026

BerandaNTBSUMBAWA BARATPosyandu Bertransformasi Jadi Layanan Kesehatan Terintegrasi

Posyandu Bertransformasi Jadi Layanan Kesehatan Terintegrasi

Taliwang (Suara NTB) – Posyandu di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini tengah diarahkan naik level. Layanan posyandu akan mentransformasi tidak sekedar untuk pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, tetapi menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi untuk seluruh masyarakat.

“Jadi semuanya bisa dilayani di Posyandu. Demikian harapan kami ke depannya,” kata Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof saat acara Pertemuan Penyusunan Program Kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2026 pada, Selasa (21/4).

Carlof menjelaskan, posyandu telah berjalan aktif setiap bulan dan melayani seluruh siklus hidup masyarakat mulai dari ibu hamil, anak balita, remaja hingga lansia. “Kami juga terus berinovasi mengelola layanan posyandu untuk semakin diperluas,” katanya.

Saat ini, ada 232 posyandu yang telah terbentuk di seluruh wilayah KSB. Carlof menyebut, ratusan posyandu itu dikelola dan didukung sebanyak 1.471 kader. Sebagian besar para kader telah mengikuti pelatihan, sehingga mempunyai kapasitas terbaik dalam memberikan layanan posyandu. “Tinggal sekitar 67 kader yang belum mengikuti pelatihan,tetapi itu tidak mengganggu layanan posyandu kita,” klaimnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah menegaskan pentingnya kerja bersama agar program layanan posyandu berjalan optimal. “Kita harus berkolaborasi. Kalau kita kerja sendiri-sendiri tentu tidak akan bisa maksimal dan tentu lama akan mencapai sasaran, tetapi kalau ketika kita bisa berkolaborasi bersama, tentu semua yang kita ajarkan akan bisa terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Menurut Wabup, posyandu harus menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat. Penguatan kesehatan ibu dan anak, penurunan stunting, penanganan TBC, hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi fokus bersama, agar manfaat semakin nyata dirasakan seluruh masyarakat.

Dalam kegiatan pertemuan ini, fokus pembahasan diarahkan pada penguatan layanan SPM kesehatan melalui posyandu, peningkatan cakupan layanan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, deteksi dini stunting, penguatan kapasitas kader, serta penguatan data dan pelaporan berbasis digital. Program “Mabar Posyandu” juga mulai didorong sebagai pendekatan baru untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO