Senin, Mei 4, 2026

BerandaPOLHUKAMPOLITIKKomisi III DPRD NTB Harapkan PT GNE Makin Progresif

Komisi III DPRD NTB Harapkan PT GNE Makin Progresif

Mataram (Suara NTB) – Jajaran direksi dan komisaris baru PT Gerbang NTB Emas (GNE) periode 2026–2031 telah resmi ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa pekan lalu. Dengan telah diangkatnya jajaran pengurus tersebut, diharapkan PT GNE langsung tancap gas untuk menjadi perusahaan daerah yang sehat dan memberikan keuntungan kepada daerah.

Adapun jajaran Direksi yang diangkat tersebut yakni, Yuyud Indrayudi sebagai Direktur PT GNE. Kemudian Sulman dipercaya sebagai Direktur Keuangan, serta Suhaimi sebagai Direktur Operasional PT GNE.

Sementara di jajaran Komisaris, RUPS menetapkan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTB Izzuddin Mahili sebagai Komisaris Utama. Ia didampingi dua anggota komisaris, Lalu Aksar Ansori dan Muhammad Ihwan.

Menanggapi jajaran direksi dan komisaris PT GNE yang baru tersebut, Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan BUMD menyambut baik mereka dengan harapan PT GNE segera berlari untuk menjadi perusahaan yang kompetitif.

“Kita doakan semoga kinerja direksi dan komisaris PT GNE ini lebih baik, lebih maju, lebih progresif, dan lebih kompetitif,” kata Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi.

Pihaknya mendorong peningkatan kapasitas produksi beton dan paving block yang selama ini menjadi lini bisnis inti GNE. Tujuannya bisa menyerap permintaan dari sektor pemerintah dan swasta secara maksimal.

“Kami dorong agar kapasitas produksi, kapasitas layanan, dan kontribusinya harus semakin meningkat. Jangan sampai stagnan,” papar Sambirang

Komisi III memberikan apresiasi terhadap RUPS PT GNE tersebut, dengan jajaran direksi dan komisaris yang baru diharapkan menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap PT GNE serta menghadirkan kinerja yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Harapan kami kepada arah baru, GNE tidak hanya sekedar bertahan hidup. Tapi juga benar-benar bisa naik kelas menjadi BUMD yang sehat, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” katanya.

Diketahui berdasarkan data evaluasi Komisi III, PT GNE berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp278,9 juta pada tahun 2025, berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024 yang mengalami kerugian hingga Rp3,24 miliar. Catatan ini lantas meningkatkan skor kesehatan perusahaan mencapai 60,8 atau masuk kategori sehat-A.

Sambirang juga mengingatkan tentang tantangan yang harus diselesaikan PT GNE kedepannya, yakni beban utang yang masih tersisa sebesar Rp21,99 miliar. Serta catatan piutang usaha sebesar Rp8,65 miliar dengan masa penagihan (collection period) mencapai 218 hari.

”Tantangan direksi baru adalah memastikan pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar bertahan hidup dari penjualan aset atau ketergantungan pada satu sektor saja,” pungkasnya. (ndi)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO