Dompu (Suara NTB) – Pelabuhan Soro Kempo menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup besar bagi Pemerintah Kabupaten Dompu. Retribusi pelayanan kepelabuhan sampai tanggal 28 April telah mencapai Rp113 juta dari target Rp600 juta.
“Sampai saat ini, Pelabuhan Kempo telah menyetorkan pendapatan ke kas daerah Rp113 juta untuk periode Maret–April. Kami optimis realisasi PAD dari retribusi pelayanan kepelabuhan bisa lebih dari yang ditargetkan pemerintah,” ungkap Kepala Pelabuhan Soro Kempo, Anshar, SH., ditemui di kantornya pada, Minggu, 3 Mei 2026.
Anshar mengatakan, retribusi pelayanan kepelabuhan yang didapatkan tidak langsung disetorkan ke kas daerah. Tapi disetorkan ke bendahara penerimaan pada Dinas Perhubungan. “Kami punya catatan setiap setoran yang kami serahkan ke bendahara penerimaan,” jelasnya.
Dikatakan Anshar, sejak 2024 realisasi PAD dari retribusi pelayanan kepelabuhan melebihi Rp600 juta. Pada tahun 2025, pelayanan kepelabuhan di Soro Kempo tidak maksimal karena ketidak sepemahaman antara pihak ekspedisi. Upaya mediasi bahkan telah dilakukan hingga dua kali di ruang kerja Wakil Bupati Dompu.
“Karena ada perebutan jadwal antar pihak ekspedisi, akhirnya mereka mengalihkan lokasi penyandaran kapalnya ke Pelabuhan Calabai. Ada juga yang muat melalui Pelabuhan Bima dan Sumbawa,sehingga pelayanan di kita hanya sampai Oktober tahun 2025,” katanya.
Saat ini kata dia, pelayanan di Pelabuhan Soro Kempo telah kembali normal. Perusahaan jasa pengiriman barang sudah ada kesepakatan pembagian penyandaran kapal untuk bongkar muat jagung. Demikian juga halnya, buruh bongkar muat. “Dengan pelayanan sekarang, kami optimis dari Pelabuhan Soro Kempo bisa menyetorkan pendapatan ke kas daerah sampai Rp700 juta,” harapnya.
Berdasarkan data pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Dompu, tanggal 2 April 2026 menunjukan pendapatan dari retribusi pelayanan kepelabuhan masih Rp0. Hal ini kata Anshar,bisa dimakluminya. Pasalnya, pelayanan bongkar muat jagung di Pelabuhan Soro dimulai pertengahan bulan Maret. Dan saat lebaran, tidak ada pelayanan di pelabuhan. “Setiap setoran PAD, kami langsung setorkan ke bendahara penerimaan di dinas. Kalau belum tercatat di Bappenda, bisa dibandingkan datanya dengan kami,” katanya.
Pelabuhan Soro Kempo memiliki dermaga sandar dengan panjang sekitar 35 meter. Dengan kapasitas ini, maksimal muatan kapal 2.500 ton dengan bobot kapal 2.000 ton. Setiap kapal melakukan bongkar muat 2–3 hari. Saat ini, ada tujuh kapal mengantre untuk menunggu jadwal muat jagung. (ula)

