Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 53.489 warga dari kalangan 3B atau Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita non-PAUD (usia 6-59 bulan) disasar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam penyasaran program MBG 3B ini, Pemkab Lombok Barat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengintegrasikan agar fokus untuk intervensi anak yang mengalami stunting atau rawan stunting.
Ketua Satgas MBG Lobar H. Saepul Ahkam, pada Selasa (5/5/2026) mengatakan, pihak Pemkab Lobar mengintegrasikan dengan penanganan stunting yang menyasar balita yang stunting dan rawan stunting. Dari awal beroperasinya SPPG ini, kata dia, 3B ini pun sudah disasar. “Dalam program MBG ini, kita sifatnya integrasi, untuk penanganan keseluruhan, termasuk hajat kita saat ini dalam penanganan stunting,” imbuhnya.
Terlebih menu MBG ini tentunya memenuhi ketercukupan gizi. Kendati demikian, pihaknya berharap agar menu ke Bumil dan menyusui serta balita itu disesuaikan. Namun, diakui masih ada daerah yang belum disasar MBG, terutama yang berada di daerah 3T. Wilayah ini menurutnya memang agak berat diakses oleh SPPG dalam penyaluran MBG.
Pihak Pemkab pun terus mendorong agar perluasan sasaran SPPG ke daerah 3T dengan mengubah pola pendekatan konvensional. Artinya tidak perlu menggunakan dengan pendekatan 3T. Diperkirakan jumlah sasaran di 3T ini mencapai di atas 1000 orang belum terlayani. (her)

