BerandaNTBKOTA MATARAMSebelum Dilelang Pembangunan Tahap II, Desain Bale Mentaram Dikaji Ulang

Sebelum Dilelang Pembangunan Tahap II, Desain Bale Mentaram Dikaji Ulang

 

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus mematangkan rencana kelanjutan pembangunan Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram Tahap II tahun 2026 di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melakukan review desain secara menyeluruh guna menyesuaikan kebutuhan teknologi informasi dan sistem digital pemerintahan di masa depan.

Review desain tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram serta PT Artefak Arkindo selaku Konsultan Manajemen Konstruksi (MK).

Langkah tersebut dinilai penting agar kompleks perkantoran baru Pemkot Mataram mampu mengakomodasi perkembangan teknologi hingga 20 sampai 30 tahun mendatang.

Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani, mengatakan proses peninjauan ulang desain dilakukan sebelum proyek memasuki tahapan lelang dan pembangunan fisik secara menyeluruh. Menurutnya, evaluasi sejak awal diperlukan agar tidak terjadi kendala teknis maupun kebutuhan tambahan setelah bangunan selesai dibangun.

“Sebelum semua terlanjur dilelang dan dibangun, ada baiknya dilakukan reviu desain,” ujarnya pekan kemarin.

Ia menjelaskan, review desain bertujuan memastikan seluruh kompleks Bale Mentaram terkoneksi melalui sistem jaringan digital yang terintegrasi. Selain itu, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan teknologi yang kemungkinan belum terakomodasi dalam Detail Engineering Design (DED) maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun sebelumnya oleh konsultan perencana.

Ia menyebutkan, Dinas Kominfo ditunjuk sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pertama yang akan menempati Bale Mentaram. Penunjukan tersebut sekaligus menjadi tahap uji coba atau test case dalam penerapan konsep perkantoran modern berbasis teknologi digital di lingkungan Pemkot Mataram.

“Kominfo diberikan amanah untuk menguji bagaimana gedung ini nantinya bisa mendukung kebutuhan pemerintahan digital ke depan,” katanya.

Ramadhani menilai Bale Mentaram diproyeksikan memiliki usia pemanfaatan hingga 40 tahun mendatang. Karena itu, pembangunan gedung harus dirancang secara visioner agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berubah dengan cepat.

Dalam proses review desain tersebut, sejumlah kebutuhan strategis mulai dipetakan. Di antaranya terkait integrasi jaringan internet antargedung, pemasangan kamera pengawas atau CCTV di seluruh zona bangunan, baik pada area yang telah maupun belum dibangun, hingga penyediaan ruang pusat data (server room) dengan spesifikasi memadai untuk mendukung kebutuhan seluruh OPD di lingkup Pemkot Mataram.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur digital menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik berbasis elektronik yang tengah dikembangkan pemerintah daerah. Karena itu, seluruh sistem pendukung teknologi harus dirancang sejak awal pembangunan.

Review desain ini sekaligus menjawab urgensi keterlibatan Konsultan Manajemen Konstruksi dalam proyek Bale Mentaram yang sebelumnya sempat menjadi persoalan di kalangan legislatif.

Pemkot menilai keberadaan konsultan MK penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, termasuk dalam penyesuaian desain terhadap kebutuhan teknologi terkini.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Mataram, Juhri, menyambut baik inisiatif Dinas Kominfo dalam memberikan masukan terhadap desain bangunan. Menurutnya, keterlibatan OPD sebagai pengguna gedung sangat penting agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan operasional nantinya.

“Masukan dari pengguna bangunan memang harus disampaikan sejak awal supaya bisa langsung diakomodasi dalam desain,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan PT Artefak Arkindo selaku pemenang tender Konsultan Manajemen Konstruksi. Bersama konsultan lokal yang menjadi mitra kerja, pihaknya berkomitmen segera menyesuaikan DED dan RAB agar kebutuhan digital yang diusulkan dapat masuk dalam perencanaan final proyek.

“Kami tinggal menyesuaikan DED dan RAB sampai semua siap sebelum ditender pada awal Juni mendatang,” terangnya. (pan)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO