Bima (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kabupaten Bima memprioritaskan penataan kelembagaan dan pembenahan destinasi wisata. Langkah itu disiapkan untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar menegaskan, seluruh program OPD harus berjalan searah dengan visi dan misi pemerintah daerah. Fokus pertama 30 hari pasca dilantik adalah penataan kelembagaan internal Dinas Pariwisata. Penataan dilakukan mulai dari sekretariat, bidang ekonomi kreatif, bidang pemasaran, hingga bidang pengembangan destinasi agar seluruh bidang bergerak dalam satu arah kebijakan.
“Yang paling penting itu adalah bagaimana kehadiran dinas itu untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bima,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (18/5).
Menurutnya, penguatan internal penting dilakukan agar seluruh program berjalan terintegrasi dan tidak tumpang tindih. Selain pembenahan internal, Dinas Pariwisata juga mulai menata kelembagaan eksternal dengan melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), komunitas pemerhati wisata dan pelaku usaha pariwisata. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting karena pengembangan sektor wisata tidak dapat dilakukan pemerintah daerah secara sendiri.
“Dispar tidak bisa jalan sendiri. Semua harus dilibatkan,” ujarnya.
Program berikutnya yang menjadi prioritas adalah penataan destinasi wisata. Akbar menyebut sebagian besar destinasi wisata di Kabupaten Bima, telah tersedia. Namun masih membutuhkan pembenahan agar lebih siap menerima wisatawan.
Penataan destinasi dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran daerah. Karena itu, pemerintah memprioritaskan lokasi wisata yang dinilai memiliki potensi mendukung peningkatan PAD.
“Karena efisiensi, kita lihat yang benar-benar berpotensi, yang punya peluang untuk menambah PAD kita,” katanya.
Selain dua program tersebut, Dinas Pariwisata juga akan optimalisasi festival dan pementasan seni budaya Bima. Kegiatan wisata dan budaya dinilai mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, dan UMKM masyarakat.
“Setiap event pariwisata itu harus bisa menghadirkan banyak orang,” ujarnya.
Akbar menambahkan, pengembangan sektor pariwisata akan diarahkan agar memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebelumnya, Bupati Bima Ady Mahyudi melantik 10 pejabat eselon II hasil Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama (JPT) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2026. Dalam pelantikan tersebut, setiap OPD diminta menyiapkan dua hingga tiga program unggulan dalam waktu 30 hari yang relevan, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (hir)

