Berada di wilayah lingkar atau penyangga Bendungan Meninting Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, tak menjamin desa-desa di wilayah sekitar proyek nasional itu hidup serba ketercukupan air bersih. Pasalnya, hampir tiap tahun ratusan Kepala Keluarga (KK) di wilayah itu mengalami krisis air akibat bencana kekeringan tiap musim kemarau.
DI saat musim kemarau seperti saat ini, sebagian dari mereka mengandalkan air sungai yang kondisinya tak layak konsumsi. Warga berharap agar dibangunkan jaringan air bersih dari Bendungan berdaya tampung 10 juta meter kubik tersebut. Kondisi itu dialami warga di Dusun Tunjang Polak dan Bukit Tinggi, Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari yang berada di pusat Bendungan Meninting.
Terdapat 224 Kepala Keluarga (KK) dengan 557 Jiwa warga dusun Tunjang Polak yang mengalami krisis air bersih selama dua sebulan terakhir. Nur, warga setempat mengaku di bagian daerahnya hampir sebulan terakhir mulai mengalami krisis air karena sumur mengering dan sumber mata air yang menjadi andalan warga mengusut drastis. Warga pun terpaksa ke sungai mengambil air dan mandi dengan jarak lumayan jauh. “Kalau di dusun kami semua kena (krisis air),” tuturnya, Senin (24/8/2026).
Beberapa warga yang tidak bisa mengambil air di sungai, terpaksa harus meminta air di dusun tetangga. Sebagian warga juga mengambil air ke sungai yang jaraknya lumayan jauh. Krisis air ini bukan kali ini saja dialami warga, tetapi hampir setiap tahun. Sehingga ia dan warga lain berharap agar air bendungan itu bisa dialirkan ke masyarakat agar tidak terjadi kekeringan terus menerus seperti ini.
“Harapan kami agar Bendungan bisa dipakai warga sekitar,” harapnya. Karena jangankan untuk mandi, kebutuhan sehari-hari memasak saja sulit. “Kalau tidak ambil di tempat orang, kita tidak dapat air, mau ke kali agak jauh, dua kali bolak balik, capek,” imbuhnya.
Terlebih bagi warga yang memiliki anak kecil atau balita, susah untuk pergi meninggalkannya anaknya mengambil air. Termasuk orang tua jompo, tidak bisa pergi ke sungai mengambil air.
Hadijah juga berharap agar warga desa Bukit Tinggi sebagai lokasi Bendungan bisa diperhatikan dari sisi layanan air bersih.
Di tengah warga belum terlayani air, justru kabar yang diterima warga air Bendungan itu akan disuplai ke wilayah lain. Ia berharap agar warga sekitar bendungan diprioritaskan untuk disuplai air lebih dulu, baru memikirkan ke daerah lain. “Mudah-mudahan bapak-bapak alirkan air (bendungan) kesini (pemukiman warga), karena masyarakat disini kekurangan air,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bukit Tinggi, Ahmad Mutakkin mengakui warga belum bisa memanfaatkan bendungan itu, karena selama ini untuk kebutuhan air masyarakat dari hulu Bendungan. Selama ini warga di empat dusun ditambah satu dusun persiapan dengan 1.030 kepala keluarga di desa itu, menggantungkan diri dari sumber mata air tersebut.
Warga yang berada di dataran atas tidak terlalu kekurangan air, sementara warga daerah dataran rendah yang terdampak parah lantaran tidak bisa dijangkau air perpipaan karena debit sumber airnya menurun drastis.
Ditambah lagi, warga di bagian atas menutup pipa untuk mengambil air sehingga air itu tidak bisa mengalir ke warga di bagian dataran rendah.
Penduduk setempat sudah dilayani air bersih dari dulu melalui sistem perpipaan. Pendistribusian telah dijadwalkan Pihaknya, namun dampak kekeringan ini tidak bisa melayani semua dusun.
Untuk itu ia berharap kepada pihak BBWS agar memfasilitasi bagiamana caranya air bersih dari Bendungan itu bisa dinikmati oleh masyarakat setempat. Bukan orang luar dari bendungan saja bisa menikmatinya.
Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya berharap dibangunkan jaringan dan mesin pompa penyedot air ke pemukiman penduduk. Karena posisi pemukiman penduduk berada pada dataran lebih tinggi, sedangkan bendungan di bagian lembah dataran rendah. Untuk itu, ia pun segera berkoordinasi dengan pihak terkait melalui pengajuan prososal bantuan agar pelayanan air bersih bagi masyarakatnya segera direalisasikan.
Pihak Pemkab pun melakukan upaya penanganan sementara dengan penyaluran air kepada masyarakat terdampak. Untuk ke depannya perlu ditangani agar warga tidak lagi krisis air dengan memanfaatkan Bendungan Meninting tersebut. (her)


