Praya (Suara NTB) – Ajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 putaran keempat yang berlangsung akhir pekan kemarin, dimanfaatkan oleh Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) untuk mengecek sekaligus menguji kesiapan seluruh perangkat elektronik yang ada di Sirkuit Internasional Mandalika. Terutama perangkat elektronik yang ada di lintasan sebagai bagian dari persiapan menghadapi gelaran MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 mendatang.
Direktur Operasional MGPA Donny Mahardjono, kepada awak media di sela-sela ajang MRS di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (20/9/2026) mengatakan, pihaknya memang sengaja tetap menggelar ajang balap mendekati gelaran MotoGP Mandalika. Hal itu memang akan sedikit memotong waktu untuk persiapan jelang MotoGP.
Tapi manfaatnya cukup besar bagi persiapaan Sirkuit Internasional Mandalika itu sendiri. Karena dengan adanya ajang balap sebelum MotoGP, pihaknya bisa melakukan pengecekan terhadap kondisi kesiapan fasilitas yang ada. Terutama perangkat eletronik pendukung balapan, mulai dari sistem CCTV, digital flage, time system hingga start system.
“Justru momentum seperti ini yang kita butuhkan. Jadi semua perangkat elektronik khususnya yang berkaitan untuk balap bisa kita uji coba. Hasilnya, sejauh ini semua perangkat berfungsi dengan baik,” sebutnya.
Manfaat lainnya dengan adanya ajang balapan itu juga bisa memberikan keuntungan dari sisi grip lintasan. Di mana grip lintasan bisa terjaga kondisinya. Karena prinsipnya, semakin sering lintasan digunakan untuk balapan, semakin baik untuk grip lintasnya.
Dengan melihat hasil pengecekan dan uji coba selama ajang MRS, pihaknya memastikan lintasan Sirkuit Internasional Mandalika sudah sangat siap untuk menggelar ajang MotoGP.
“Setelah ajang MRS, tidak ada lagi ajang balapan. Kita masih punya waktu dua minggu lebih untuk menyelesaikan semua persoapan yang dibutuhkan untuk menggelar ajang MotoGP,” tegas Donny.
Kemudian dari aspek kesiapan sumber daya manusia (SDM), dengan adanya ajang balap juga bisa menjadi kesempatan bagi marshal untuk terus melatih dan meningkatkan komptensinya. Sehingga ketika dibutuhkan untuk bertugas di MotoGP Mandalika, marshal-marshal yang ada sudah sangat siap.
Terlebih diajang MRS putaran keempat diwarnai sejumlah insiden pembalap terjatuh atau crash. Momen-momen seperti itu penting untuk mengasah kesiapan dan kesigapan marshal yang ada. (kir)



