Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengaku sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 300 juta di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk merevitalisasi Rumah Potong Hewan (RPH) Bangkong. Sebab, beberapa peralatan yang rusak sehingga harus dilakukan perbaikan “Anggarannya sudah kita siapkan di APBD Perubahan, tinggal kita menunggu waktu pelaksanaan. Kami juga menargetkan dalam tiga bulan sudah harus tuntas dan siap beroperasi di awal tahun 2027,” kata Kabid Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Bapperida Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi kepada Suara NTB pekan kemarin.
Perbaikan terhadap fasilitas tersebut perlu dilakukan, karena hampir 11 tahun RPH tersebut tidak berfungsi optimal,sehingga ikhtiar pemerintah dalam mewujudkan hilirisasi daging sapi bisa terwujud di masa yang akan datang.
Selain perbaikan terhadap fasilitas penunjang, penyiapan ekosistem juga dilakukan pemerintah sehingga dalam pelaksanaan bisa berjalan lancar dengan nilai investasi ditaksir sekitar Rp15 miliar.
“Kita sudah siapkan anggaran di APBD Perubahan untuk bisa mengakomodir penyiapan ekosistem tersebut dan perbaikan fasilitas, sehingga program hilirisasi daging dan ayam bisa berjalan optimal di tahun 2027,” ujarnya.
Dikatakan, salah satu rekanan tertarik untuk mengelola RPH yakni PT Urwah Berkah Sukses (UBS) dari Surabaya. Manajemen perusahaan juga sudah turun ke RPH guna melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi RPH dan rencana usaha yang dilakukan.
Ia menambahkan perusahaan berharap pemerintah daerah melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang rusak,sehingga dengan penyiapan anggaran di APBD Perubahan bisa menjawab apa yang menjadi kebutuhan perusahaan.
Pemkab Sumbawa menargetkan perjanjian kerja sama penyewaan RPH ini diharapkan operasional bisa maksimal. Selain itu, bisa memperbaiki tata kelola sapi yang ada di kabupaten Sumbawa,terutama program penggemukan dan meningkatkan kualitas daging. (ils)



