BerandaNTBSUMBAWA BARATKekeringan Meluas, Lima Desa di KSB Minta Distribusi Air Bersih

Kekeringan Meluas, Lima Desa di KSB Minta Distribusi Air Bersih

Taliwang (Suara NTB) – Dampak kekeringan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB mencatat lima desa telah mengajukan permintaan penyaluran air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah, mengatakan permintaan bantuan air bersih terbaru datang dari tiga desa di Kecamatan Seteluk, yakni Desa Meraran, Lamusung dan Kelanir. Sementara di Kecamatan Poto Tano, permohonan berasal dari Desa Kiantar dan Desa Mantar.

Menurutnya, permintaan tersebut mulai dilayani BPBD dengan melibatkan berbagai pihak dan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah yang terdampak kekeringan.

“Permintaan air bersih sudah mulai kami layani. Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak dan lintas OPD untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Abdullah, Senin (21/9).

Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan secara terukur. BPBD tidak menyalurkan bantuan setiap hari pada satu wilayah yang sama, melainkan mengatur jadwal distribusi agar pelayanan dapat menjangkau wilayah lain yang juga membutuhkan.

Meski demikian, Abdullah memastikan air yang disalurkan tetap diupayakan untuk memenuhi kebutuhan dasar pokok masyarakat. Pola distribusi tersebut diterapkan mengingat jumlah wilayah yang mengajukan bantuan berpotensi bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air bantuan secara hemat dan sesuai kebutuhan. Warga diminta turut menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia di lingkungan masing-masing,agar tetap dapat dimanfaatkan selama musim kemarau.

Abdullah menegaskan, langkah penghematan dan pemeliharaan sumber air menjadi penting karena musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih.

“Warga kami minta tetap bijak dalam memanfaatkan air. Sumber-sumber air yang ada juga perlu dipelihara supaya tidak terdampak kekeringan,”  ujar mantan Camat Poto Tano ini.

BPBD KSB sendiri akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menindaklanjuti permohonan dari desa yang membutuhkan. Abdullah menyatakan, meski status penanganan bencana kekeringan yang diberlakukan masih status siaga, namun pihaknya akan selalu siap melakukan droping air bersih setiap ada permintaan warga.(bug)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO