Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Peternakan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa, baru melakukan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap 50.500 ekor ternak. Jumlah itu cukup rendah dibandingkan jumlah populasi ternak 317.000 ekor.
“Memang populasi ternak kita cukup tinggi, sehingga kita butuh sekitar 70-80 persen untuk vaksin PMK. Tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga kebutuhan vaksin kita belum bisa terpenuhi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Disnakeswan Kabupaten Sumbawa drh. Rini Handayani, Rabu (23/9).
Ia melanjutkan, upaya menekan munculnya kasus PMK dengan melakukan vaksinasi sehingga diharapkan tambahan distribusi vaksin dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Tujuannya sebagai salah satu upaya untuk menekan kasus PMK, meski penyakit menular pada hewan ternak belum ditemukan.
Diakui Rini, pihaknya telah menerima distribusi vaksin dari pemerintah provinsi sebanyak 58.100 dosis. Sementara, yang sudah dilakukan vaksin baru sekitar 50.550 ekor ternak. Pihaknya juga akan segera mendistribusikan sisa vaksin terutama di beberapa wilayah rawan.
“Kami akan distribusikan kembali sisanya, kepada daerah yang membutuhkan. Karena rata-rata semua sudah mendapatkan vaksin tetapi kami akan prioritaskan ternak keluar daerah,” ujarnya.
Di satu sisi, pihaknya juga melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat termasuk juga melakukan sanitasi kandang dengan disinfektan.
Menurutnya,vaksinasi ini dibutuhkan agar tidak mempengaruh tata niaga ternak. Pasalnya, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi hewan ternak cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.
Oleh karena itu, kolaborasi bersama pengusaha, KUPT dan veteriner diharapkan untuk mencegah ternak dari luar daerah masuk ke Sumbawa tanpa surat vaksin PMK. (ils)



