BerandaNTBKOTA MATARAMTurun Menjadi 12 Kasus

Turun Menjadi 12 Kasus

PEMERINTAH Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, menunjukkan hasil positif dalam menekan angka stunting. Jumlah kasus stunting di wilayah tersebut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pada 2025, tercatat sebanyak 22 kasus stunting di Cakranegara Utara. Kini, jumlah tersebut berkurang menjadi 12 kasus. Penurunan ini tidak terlepas dari berbagai upaya intervensi yang dilakukan pemerintah bersama tenaga kesehatan di tingkat kelurahan.

Lurah Cakranegara Utara, I Dewa Made Dwiyadnya, mengatakan penanganan stunting dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya pemberian makanan tambahan (PMT) bagi sasaran serta penerapan program 6 SPM yang dilaksanakan di seluruh posyandu.

Menurutnya, penurunan jumlah kasus tersebut merupakan hasil dari upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain intervensi yang dilakukan pemerintah kelurahan, pendampingan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Mataram juga turut berperan dalam penanganan stunting.

“Yang paling tinggi itu pada 2024, sekitar 30 lebih kasus. Namun, sekarang sisanya tinggal 12 kasus,” ujarnya, Kamis (24/9).

Dewa menjelaskan, Kelurahan Cakranegara Utara memiliki lima lingkungan dengan tujuh titik layanan posyandu. Dari jumlah tersebut, terdapat dua lingkungan yang masing-masing memiliki dua layanan posyandu karena jumlah sasaran yang cukup banyak.

Kedua wilayah tersebut berada di Lingkungan Sindu Barat dan Lingkungan Karang Mas-Mas. Keberadaan lebih dari satu layanan posyandu di lingkungan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Meski demikian, Dewa mengakui masih terdapat kasus stunting di dua lingkungan tersebut. Bahkan, keberadaan dua titik layanan posyandu belum sepenuhnya membuat persoalan stunting dapat ditekan.

“Yang punya dua tempat layanan posyandu malah masih memiliki kasus,” ungkapnya.

Menurut Dewa, salah satu kendala yang masih dihadapi dalam penanganan stunting adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk datang ke posyandu.

Minimnya kehadiran masyarakat di posyandu juga dapat membuat proses pemantauan terhadap kondisi anak menjadi tidak optimal. Karena itu, pemerintah kelurahan terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan layanan posyandu yang tersedia di masing-masing lingkungan.

Dewa mengatakan pihak kelurahan telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Imbauan disampaikan melalui kader posyandu, RT, hingga kepala lingkungan agar masyarakat rutin membawa anak ke posyandu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Pemerintah tidak hanya mengandalkan intervensi berupa pemberian makanan tambahan, tetapi juga mendorong pemantauan kesehatan anak secara rutin melalui posyandu.

“kendalanya, masyarakat jarang mau ke posyandu, padahal kita sudah imbau,” pungkasnya. (pan)

(Suara NTB/p

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO