BerandaHEADLINEAntisipasi Tiket Palsu saat MotoGP, ITDC Lakukan Pengamanan Ganda

Antisipasi Tiket Palsu saat MotoGP, ITDC Lakukan Pengamanan Ganda


Mataram (Suara NTB) – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) akan melakukan pengamanan ganda untuk mengantisipasi adanya tiket palsu selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026 yang akan dilaksanakan pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Pengamanan yang dilakukan berupa menyematkan hologram dan barcode pada setiap tiket MotoGP.


Chairman MotoGP Mandalika 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka, memastikan tidak akan lagi kasus tiket palsu pada MotoGP tahun ini. Selain menyematkan hologram dan barcode, ITDC juga membagi kategori setiap tiket serta menyesuaikan warna dan gantungan tiket.
“Jadi harusnya, pemalsuan ini tidak ada. Jadi memang diubah secara bentuk, secara prosedur keamanan itu diperkuat,” ujarnya.


Pengamanan berganda itu, katanya hasil evaluasi dari pengalaman penyelenggaraan sebelumnya. Sistem keamanan tiket tahun ini diperkuat agar penonton yang datang ke Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika dapat masuk menggunakan tiket yang sah. “Kita belajar dari pengalaman yang lalu,” katanya.


Selain ITDC, Polda NTB juga menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi peredaran tiket dan stiker palsu menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB akan membentuk tim khusus yang bertugas mencegah sekaligus menangani dugaan peredaran tiket palsu selama rangkaian MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya persoalan serupa seperti pada gelaran tahun sebelumnya.


Waka Polda NTB Brigjen Polisi Hari Nugroho mengatakan, pihaknya telah meminta penyelenggara menyediakan contoh stiker dan tiket resmi sebagai pembanding bagi petugas di lapangan.


“Terkait dengan stiker dan tiket palsu. Tahun lalu kita tidak punya pembanding. Kita sudah minta ke penyelenggara bisa memberikan contoh seperti, sehingga ketika ada masalah yang menggunakan selain dari itu kita dengan kuat bisa menertibkan di lapangan,” tegasnya.


Ia menjelaskan, tim khusus yang dibentuk dari Ditreskrimum nantinya akan fokus mengantisipasi serta menangani persoalan terkait tiket palsu selama pelaksanaan MotoGP. “Dengan adanya pembanding resmi, petugas dapat langsung menertibkan penggunaan tiket palsu,” katanya.


Selain mengantisipasi tiket palsu, Polda NTB juga telah menyiapkan skema pengamanan untuk seluruh rangkaian MotoGP Mandalika. Pengamanan dibagi dalam tiga fase dengan jumlah personel yang disesuaikan dengan tingkat kerawanan dan aktivitas di setiap tahapan.


Pada fase pra-event, sebanyak 1.350 personel akan diterjunkan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.697 personel saat hari utama pelaksanaan MotoGP. Sementara pada fase kepulangan sebanyak 840 personel disiagakan untuk memastikan arus pergerakan masyarakat berlangsung aman dan tertib.


Untuk pengamanan VVIP, Korem ditetapkan sebagai penanggung jawab utama yang akan berkoordinasi dengan pihak MotoGP dan unsur pengamanan presiden lainnya. Sementara kepastian kehadiran R1 masih menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara.


“Kesiapan hampir selesai. Kita tinggal menunggu konfirmasi dari penyelenggara terkait ada tidaknya kegiatan tambahan yang menyertai. Ini akan mempengaruhi jumlah personel,” tutupnya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN







VIDEO