Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersatu bersama-sama menyukseskan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Mengingat dampaknya yang sangat besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat lokal.
Ia menegaskan status NTB sebagai tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu merupakan sebuah kehormatan besar yang harus dijaga bersama. Sehingga penyelenggaraanya berjalan lancar dan sukses.
“Pemda di seluruh Lombok saya kira harus ikut mendukung program ini. Ini kan gawe internasional, kita menjadi tempat MotoGP dan ini menjadi sebuah kehormatan bagi kita semua, sehingga kita perlu mendukung ajang dunia agar berjalan sukses dan aman,” serunya pada Kamis (24/9) malam.
Untuk itu, ia mendorong seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat luas, untuk memberikan dukungan penuh menyukseskan perhelatan ajang internasional tersebut. Apalagi, tamu dari berbagai negara akan datang ke Sirkuit Mandalika dalam beberapa hari ke depan, sehingga harus ada persiapan yang baik.
Isvie menekankan pentingnya pembenahan dan kesiapan matang dari segenap pemangku kepentingan. Persiapan ini dinilai sangat strategis mengingat NTB akan menyambut kedatangan para wisatawan dan tamu dari berbagai negara.
“Menyambut MotoGP Mandalika 2026 ini, kita harus kompak dan bersatu untuk bahu membahu menyukseskan gawe internasional yang kelima digelar di wilayah kita,” katanya.
Menyinggung penjualan tiket yang masih terus berlangsung, Isvie menilai bahwa urusan teknis pemasaran merupakan kewenangan pihak penyelenggara, dalam hal ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama mitra kerja mereka.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk menyukseskan gelaran ini berada di tangan seluruh elemen masyarakat NTB. Isvie mengimbau seluruh lapisan masyarakat hingga jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah kabupaten/kota se-Pulau Lombok untuk berpartisipasi aktif, mengingat keterlibatan ASN dalam membeli tiket dan menonton langsung di sirkuit merupakan bentuk nyata dukungan terhadap ajang daerah.
“Soal tiket, mereka yang punya urusan. Tapi kita semua harusnya membeli dan mendukung. Kita mengimbau kepada seluruh ASN untuk ikut berpartisipasi dengan membeli tiket. Kan banyak kategori tiket di situ, saya kira tidak ada masalah. Kecuali memaksa yang tidak boleh, tapi kalau menghimbau saya kira boleh,” kata Isvie.
Dilihat dari sisi ekonomi, Isvie mengaku optimistis keberadaan MotoGP membawa dampak positif yang signifikan bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Apalagi, aktivitas perdagangan dan geliat ekonomi yang meningkat selama gelaran dinilai mampu memberikan “multiplier effect” bagi perekonomian lokal. (ndi)



