BerandaHEADLINEWarga NTB Diduga Jadi Korban di Myanmar, Gubernur: Pemprov Tunggu Tindakan dari...

Warga NTB Diduga Jadi Korban di Myanmar, Gubernur: Pemprov Tunggu Tindakan dari Pemerintah Pusat

Mataram (Suara NTB) – Warga Kota Mataram, Muhamad Yanuar Fikri diduga jadi korban scam atau penipuan bekerja migran ke Myanmar. Adanya dugaan ini, Pemprov NTB mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena kasus penipuan tersebut melibatkan antar negara.


Di samping itu, hingga Kamis (24/9) belum ada laporan masuk ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB perihal informasi itu, karena keluarga korban melaporkan ke organisasi media.


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan Pemprov masih menunggu adanya tindakan dari pemerintah pusat terkait dengan adanya dugaan penipuan tersebut. Hal ini menyusul masalah scamer atau penipuan tidak hanya terjadi di NTB, tetapi lebih jauh dari itu pada level nasional. Karena itu, persoalan ini harus diselesaikan secara nasional.


“Jadi, tidak mungkin mencari penyelesaian khusus untuk satu daerah. Ini penyelesaian yang harus dilakukan di level nasional,” ujar mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki ini, Kamis (24/9).


Di lain sisi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan, mengatakan pihaknya mengetahui informasi tersebut dari media, karena pihak keluarga terduga korban melaporkan ke organisasi PWI. Meski begitu, pihaknya tetap berusaha menelusuri kebenaran informasi tersebut.


“Hari ini kami sedang memanggil orang tuanya untuk kedatangan di bidang penempatan. Namun hasilnya saya belum dapat konfirmasi,” katanya di Kantor Gubernur.


Sebelum mengambil tindakan, Pemprov, lanjutnya perlu mengetahui jalur keberangkatan terduga korban. Apabila ia berangkat sesuai prosedur, Aidy akan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang memberangkatkan korban.

Namun, apabila dia berangkat secara ilegal, Mantan Kadis Dikbud NTB itu mengaku akan ada perlakuan khusus untuk penanganannya.
“Nanti kita lihat dulu posisinya apa yang sebenarnya terjadi. Dan pelanggaran apa yang bisa terjadi,” lanjutnya.


Adapun dengan adanya permintaan penebusan hingga Rp70 juta, Aidy menilai kemungkinan besar keberangkatan Yuniar ke Myanmar secara ilegal. Sebab, apabila ia berangkat legal, dipastikan tidak akan ada kasus semacam ini. “Biasanya kasus seperti ini dipindahtangankan, yang rekrut negara lain, berangkatnya ke negara lain,” ucapnya.


Hingga saat ini, Pemprov juga belum membuka komunikasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Hal ini menyusul belum jelasnya status keberangkatan Yanuar ke Myanmar. Ditambah lagi, kasus scamer atau penipuan masuk dalam ranah pemerintah pusat.
“Tapi kalau tidak ada dalam sistem kita, berarti memang harus nunggu. Tidak ada pilihan, harus nunggu,” ujarnya.


Sebagai informasi, keluarga Muhamad Yanuar, Nurjannah, melaporkan kasus dugaan penipuan Yanuar ke PWI NTB pada Rabu, 23 September 2026. Sebelumnya, Yanuar berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk bekerja di Singapura. Namun, sekitar sepekan setelah keberangkatannya, Yanuar menghubungi keluarga dan menyampaikan bahwa dirinya justru berada di Myanmar.

Kabar tersebut membuat keluarga panik. Menurut Nurjanah, anaknya mengaku berada di kawasan pegunungan di Myanmar dan berada dalam pengawasan tentara. Ia mengatakan, sebelum berangkat, Yanuar menyampaikan akan kembali bekerja di Singapura seperti pekerjaan yang pernah dijalaninya.


Namun, sekitar pukul 17.00 Wita, Yanuar kembali menghubungi keluarganya. Dalam komunikasi tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya bukan berada di Singapura, melainkan sudah berada di Myanmar. Nurjanah mengatakan, anaknya mengaku berada di atas sebuah gunung di Myanmar. Sementara di bawah gunung tersebut, menurut cerita Yanuar, terdapat tentara yang melakukan penjagaan.


Kekhawatiran keluarga semakin bertambah setelah ayah Yanuar, Herman, mendapat informasi bahwa anaknya dapat dipulangkan ke Indonesia dengan syarat membayar uang sebesar Rp70 juta kepada seorang manajer. Keluarga mengaku tidak memiliki uang sebesar itu. Meski demikian, keluarga berharap ada bantuan dari pihak terkait agar Yanuar dapat segera dipulangkan. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO