Kota Bima (Suara NTB) – Sidang kasus narkoba yang melibatkan mantan Kapolres Bima Kota, Didik Putra Kuncoro memasuki babak baru. Dalam persidangan terungkap bahwa Malaungi diketahui melanggar perintah atasan dengan tidak menangkap bandar narkoba, Erwin Iskandar alias Koko Erwin.
Didik sebelumnya telah menunjukan foto serta keberadaan Koko Erwin yang menginap di salah satu hotel bintang di Kota Bima. Keberadaan bandar narkoba itu diketahui dari salah satu aktivis narkoba melalui obrolan What’sApp.
“Saya menunjukkan gambar itu kepada saudara Malaungi dan bertanya kenal gambar ini. Kemudian saya beritahu bahwa ini adalah Koko Erwin pengedar narkoba besar. Kemudian saya memerintahkan saudara Malaungi untuk menangkapnya,” kata Didik dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Raba Bima pada Jumat (25/9).
Didik mencoba mengecek perintah yang disampaikan kepada Malaungi. Namun, penangkapan terhadap Koko Erwin tidak dilaksanakan dan tanpa alasan apapun. Justru, ia kembali mendapatkan informasi bahwa Koko Erwin telah kembali ke Jakarta.
Sebagai atasan Didik kecewa dengan tindakan Malaungi yang tidak menjalankan perintah. Hal ini menjadi salah satu alasan untuk memutasi yang bersangkutan. Disamping itu, Malaungi juga diketahui sering melanggar disiplin karena kerap meninggalkan tugas tanpa meminta izin.
Antar Minuman Beralkohol
Dalam persidangan juga terungkap bahwa Malaungi pernah mengantar koper berisi tujuh botol minuman beralkohol rumah dinas mantan Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro. Koper tersebut diantar Malaungi sendiri.
“Saudara Malaungi pernah mengantar sendiri sebuah koper ke Rumah Lengge pada waktu sore hari. Isinya bukan uang tetapi minuman beralkohol,” kata Didik dalam persidangan.
Minuman beralkohol dengan berbagai merek itu berisi 800 mililiter sampai 1 liter. Rencananya minuman keras itu tidak langsung diminum melainkan akan digunakan saat berkumpul dengan rekan-rekannya. Didik mengklaim bahwa tidak meminum minuman beralkohol tersebut. “Saya tidak minum,” sebutnya.
Didik mengaku tidak mengetahui dari mana asal minuman yang dibawa Malaungi. Ia juga mengatakan tidak pernah bertemu dengan Malaungi di tempat lain. Koper kemudian diminta dikembalikan ke Malaungi. (hir)



