BerandaHEADLINEKuasai N3 Bahasa Jepang, PMI NTB Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp900 Juta

Kuasai N3 Bahasa Jepang, PMI NTB Bisa Dapat Beasiswa hingga Rp900 Juta


Mataram (Suara NTB) – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil menguasai level N3 atau level menengah kemampuan berbahasa Jepang bisa mendapatkan beasiswa pendidikan hingga Rp900 juta dari negeri Sakura tersebut.


Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan pada penutupan Pelatihan Tahap I calon peserta Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026-10/ke-393 di Kantor BPSDMD Provinsi NTB, Mataram, Senin (28/9).


Aidy Furqan mendorong masyarakat NTB yang tertarik bekerja ke Jepang untuk bisa menguasai bahasan Jepang hingga level menengah atau N3. Dengan itu, mereka tidak hanya magang atau bekerja, tetapi juga mendapat pendidikan penuh.


“Yang mampu mencapai N3 bisa langsung mendapat beasiswa yang kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp900 juta sampai tamat. Bagi yang di bawah N3, bisa dengan status kerja magang sambil belajar memperkuat diri di Jepang untuk meraih beasiswa nantinya,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.


Saat ini, Aidy mengaku telah ada 22 peserta calon PMI NTB yang telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Jepang. Puluhan orang itu akan diberangkatkan lebih awal ke Bekasi, Jawa Barat, untuk mengikuti Pelatihan Tahap II sebelum melanjutkan proses keberangkatan ke Jepang. Sementara, 16 orang lainnya masih menunggu kuota untuk pemanggilan berikutnya.


“Anak-anak kita yang 22 orang ini akan berangkat lebih awal dan melaksanakan kontrak kerja. Untuk 16 orang sisanya yang menunggu kuota pemanggilan berikutnya, jangan lalai. Siapkan diri dalam masa tunggu, jangan lengah, dan selalu perbarui informasi,” katanya.


Menurutnya, pemerintah Jepang membuka kuota beasiswa dan magang sebanyak-banyaknya karena tingginya jumlah universitas di negara tersebut. Begitupun dengan kebutuhan tenaga kerja negara tersebut. Pendapatan yang ditawarkan juga cukup fantastis, mulai dari Rp15 juta per bulannya.
“Kalau yang kuliah langsung kerja itu gajinya Rp15 sampai Rp25 juta. Kalau yang kerja itu Rp25 juta ke atas,” bebernya.


Sekda NTB, Abul Chair, menekankan pentingnya membangun kedisiplinan sejak dini sekaligus menjaga nama baik bangsa selama berada di luar negeri. “Jangan menunggu sampai tiba di Jepang baru berubah diri. Disiplin bukan hanya tentang datang tepat waktu, tapi melakukan hal yang seharusnya dilakukan dengan benar meskipun tidak ada yang mengawasi,” katanya.


Sekda juga mengingatkan peserta agar serius menguasai bahasa Jepang, terutama karena kemampuan komunikasi menjadi bagian penting dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang. la meminta peserta tidak menjadikan penghasilan sebagai satu-satunya orientasi selama mengikuti program pemagangan.

“Kalau tiga tahun di Jepang kemudian pulang hanya membawa uang, sementara cara berpikir, keterampilan, dan etos kerjanya tidak berubah, berarti kita kehilangan waktu panjang untuk bertransformasi. Berangkatlah sebagai peserta magang, belajarlah sebagai seorang murid, bekerjalah sebagai seorang profesional, dan pulanglah sebagai manusia yang lebih matang dan berguna,” pesannya. (era)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN








VIDEO