Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Barat (Wabup Lobar), Hj. Nurul Adha mengingatkan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk mensyiarkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat Hj. Nurul Adha saat membuka MTQ ke-XXXII tingkat Kecamatan Gunungsari di Halaman Kantor Camat Gunungsari, beberapa hari lalu.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, sekaligus mendorong lahirnya generasi Qur’ani yang unggul.
Selanjutnya, Hj. Nurul Adha menjelaskan, bahwa nilai-nilai Al-Qur’an sangat luas dan relevan untuk diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat hingga dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Banyak nilai-nilai yang harus kita implementasikan dalam kehidupan kita, seperti bagaimana mendidik anak-anak, membangun perekonomian yang Islami, kehidupan bermasyarakat dan seterusnya. Nilai-nilai tersebut harus kita hayati dan implementasikan, sehingga kehidupan kita penuh keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Wabup Hj. Nurul Adha juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Gunungsari yang selama ini dinilai konsisten melahirkan peserta berprestasi dalam ajang MTQ. Ia menyebut, sejumlah santri asal Gunungsari bahkan mampu berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi setelah menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Gunungsari adalah kecamatan yang selalu menang dalam ajang MTQ tingkat kabupaten. Bahkan di tingkat provinsi, meskipun juaranya berasal dari Lombok Tengah, Bima atau kabupaten lainnya, sering kali ada santri yang berasal dari Gunungsari dan telah mondok di pondok pesantren Al aziziyah Kapek,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, akan terus mendorong pondok pesantren dan lembaga pendidikan agar semakin aktif dalam mengajarkan dan menghidupkan Al-Qur’an.
Ia menilai pondok pesantren dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
“Sebagai pimpinan daerah, saya ingin membangun Kabupaten Lombok Barat menjadi kabupaten yang lebih baik dengan menghidupkan Al-Qur’an. Kita harus mendorong pondok pesantren dan lembaga pendidikan untuk terus bergairah dalam mengajarkan Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an merupakan sebuah prestasi yang jauh lebih penting daripada sekadar memenangkan perlombaan.
“Kepada anak-anakku semua peserta MTQ, jika nanti ada yang tidak juara, jangan berkecil hati. Orang-orang yang belajar Al-Qur’an adalah generasi terbaik umat ini,” pesannya.
Ia pun berharap para peserta MTQ Kecamatan Gunungsari dapat terus meningkatkan kemampuan dan membawa nama baik daerah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Semoga dari Gunungsari nanti menjadi juara di tingkat kabupaten, kemudian tingkat provinsi dan selanjutnya tingkat nasional,” harapnya. (her)



