Praya (suarantb.com) – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) memberikan pembekalan kepada orang tua peserta didik TK Inen Lemo, Beleka, Lombok Tengah, terkait pola pendampingan anak dalam penggunaan gadget. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang dan proses pendidikan anak di era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Inen Lemo, Beleka, Lombok Tengah, tersebut dibuka langsung oleh Kepala TK Inen Lemo, Muthoharoh, S.Sos.I., dan didampingi Sekretaris Yayasan, Dr. Syaharuddin, M.Si., M.Pd. Kegiatan menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Saidah Ramadhan, M.Pd., yang merupakan Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Ummat.
Dalam sambutannya, Muthoharoh menyampaikan bahwa kegiatan parenting tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi anak, terutama dalam menghadapi tantangan penggunaan teknologi digital.
“Keberhasilan peserta didik tidak bisa semata-mata ditentukan oleh guru di sekolah. Peran orang tua dalam mendampingi, membimbing, dan memberikan keteladanan kepada anak juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara guru dan orang tua perlu terus diperkuat agar proses pendidikan anak dapat berlangsung secara optimal, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Saidah Ramadhan dalam pemaparannya mengajak para orang tua untuk tidak memandang gadget semata-mata sebagai sesuatu yang harus dilarang dari kehidupan anak. Menurutnya, gadget juga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas bermain dan belajar apabila penggunaannya diarahkan dan didampingi dengan baik.
“Gadget tidak selalu harus menjadi sesuatu yang dilarang. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua mengatur, mendampingi, dan mengarahkan penggunaannya sehingga teknologi dapat menjadi sarana bermain sekaligus belajar bagi anak,” jelas Saidah.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam menangani penggunaan gadget pada anak adalah keteladanan dari orang tua sendiri. Anak cenderung meniru kebiasaan yang mereka lihat setiap hari di lingkungan keluarga. Karena itu, pembatasan penggunaan gadget pada anak perlu disertai dengan evaluasi terhadap kebiasaan penggunaan gadget oleh orang tua.
“Anak melihat apa yang dilakukan orang tuanya. Karena itu, sebelum meminta anak mengurangi penggunaan gadget, orang tua juga perlu melakukan evaluasi diri terhadap kebiasaan menggunakan handphone di rumah,” tambahnya.
Selain membahas strategi pemanfaatan gadget sebagai media bermain dan belajar, kegiatan tersebut juga diarahkan pada refleksi peran orang tua dalam mendidik anak. Para orang tua diajak menyadari bahwa mendampingi anak dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan merupakan sebuah tanggung jawab sekaligus bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Saidah Ramadhan menekankan bahwa menjadi orang tua bukanlah tugas yang sederhana. Setiap orang tua memiliki tantangan masing-masing dalam mendampingi anak. Karena itu, orang tua perlu menghargai proses yang telah dijalani sekaligus terus melakukan perbaikan dalam pola pengasuhan.
“Orang tua perlu melihat kembali perjalanan yang sudah dilakukan selama ini. Sejauh ini, para orang tua telah berusaha menjadi orang tua yang hebat dalam mendampingi anak. Tugas selanjutnya adalah terus belajar dan memperbaiki diri. Semua ikhtiar dalam mendidik anak dapat menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Kegiatan parenting tersebut berlangsung dalam suasana interaktif. Para orang tua tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak melakukan refleksi mengenai pola pengasuhan dan kebiasaan penggunaan gadget di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, TK Inen Lemo berharap terbangun kesadaran bersama bahwa pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas. Sekolah dan keluarga perlu berjalan beriringan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (r)



