Mataram (Suara NTB) – Mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, H. Mori Hanafi memastikan diri tetap maju memperebutkan kursi tertinggi di organisasi olahraga tersebut.
Dihubungi Suara NTB, Senin (28/9) Mori menegaskan optimismenya untuk kembali maju bertarung. Ia menyebut pengalaman saat memimpin KONI NTB menjadi salah satu modal penting, karena berhasil mendapatkan jalan untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ia menilai proses menjadi tuan rumah PON tidak terlepas dari sumbangsih serta perjuangannya memberikan kepercayaan kepada pemerintah pusat. Sistem serta master plan penyelenggaran PON telah dipersiapkan dengan matang.
“PON 2028 itu kami yang mengawali, kami yang bikin sistemnya, kami yang bikin master plan. Kita yang sudah tahu dari A sampai Z,” kata Mori.
Anggota Komisi V DPR RI itu menilai hasil kerja dan persiapan yang telah dilakukan KONI NTB sebelumnya perlu dilanjutkan oleh figur yang memahami secara menyeluruh mekanisme penyelenggaraan PON.
Ia menekankan, penyelenggaraan PON 2028 bukan sekadar agenda olahraga, tetapi membutuhkan kesinambungan perencanaan dan sistem yang telah dibangun sejak awal.
Mori juga kembali menegaskan tidak gentar menghadapi siapa pun yang nantinya maju sebagai calon Ketum KONI NTB,termasuk terkait dukungan dari berbagai pihak kepada masing-masing kandidat.
Ia berkaca pada proses penjaringan sebelumnya, ketika dirinya mampu meraih hasil yang relatif berimbang dengan Gubernur NTB, Dr.H Lalu Muhamad Iqbal. Padahal menurut Mori, saat itu Iqbal mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan.
“Silakan saja maju siapa pun, saya tidak ada persoalan. Kita maju, kita bersaing secara sehat,” tegasnya.
Seperti diketahui, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana juga telah menyatakan kesiapan untuk maju sebagai Ketua KONI NTB. Sejumlah dukungan telah dikantongi dari pengurus KONI kabupaten/kota. Selain itu, Mohan juga memiliki pengalaman mengelola organisasi olahraga di Kota Mataram. (sib)



