Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram proyeksikan anggaran sekitar Rp400 juta untuk memperbaiki bronjong yang rusak akibat luapan Sungai Ancar saat banjir pada 6 Juli 2025. Bronjong tersebut berada di Lingkungan Karang Monjok, Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan perbaikan bronjong tersebut akan dilakukan apabila anggaran Rp10 miliar dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I yang dialokasikan untuk penanganan Sungai Ancar belum mencukupi kebutuhan pekerjaan di lapangan.
“Kalau dananya tidak cukup untuk yang Rp10 miliar itu, kami yang akan kerjakan dengan dana sekitar Rp400 juta. Bisa untuk bronjong itu,” ujar Lale, Rabu (30/9).
Ia menjelaskan, waktu pelaksanaan perbaikan masih menunggu hasil pemetaan dan pekerjaan yang dilakukan BBWS Nusa Tenggara I. BBWS saat ini telah memetakan lokasi penanganan di dua sungai, yakni Sungai Ancar dan Sungai Unus.
Menurut Lale, Pemkot Mataram perlu memastikan terlebih dahulu titik-titik yang telah masuk dalam penanganan BBWS agar tidak terjadi tumpang tindih penganggaran. Jika masih terdapat bagian yang belum ditangani, Pemkot Mataram akan mengintervensinya melalui anggaran belanja tambahan (ABT).
“Kita lihat dulu. Kalau itu sudah masuk penanganan BWS, kemudian kita anggarkan di ABT, jadi dobel nantinya. Jangan sampai seperti itu,” jelasnya.
Lale menambahkan, jika perbaikan bronjong tersebut belum dapat direalisasikan pada tahun ini, pelaksanaannya diproyeksikan pada awal 2027. Namun, Pemkot Mataram masih menunggu perkembangan pekerjaan normalisasi Sungai Ancar yang saat ini dilakukan BBWS Nusa Tenggara I.
Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Mataram menyebutkan adanya intervensi anggaran untuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir di dua sungai utama, yakni Sungai Ancar dan Sungai Unus.
Total anggaran yang dialokasikan BBWS Nusa Tenggara I mencapai Rp25 miliar. Anggaran tersebut dibagi untuk dua sungai, dengan Rp15 miliar dialokasikan untuk penanganan Sungai Ancar dan Rp10 miliar untuk Sungai Unus. (pan)



